TOBELO — Tim bulutangkis putri Kota Ternate sukses menorehkan tinta emas dalam sejarah kontingen daerahnya di ajang PORPROV Maluku Utara. Kepastian medali emas pertama ini diraih setelah para pebulutangkis putri tampil superior di partai final melawan Halmahera Timur, Rabu (10/6/2026) malam.
Pelatih Bulutangkis Kota Ternate, Pardi, mengonfirmasi bahwa tim putrinya berhasil menyapu bersih seluruh pertandingan tanpa sekalipun kecolongan set. “Untuk kategori beregu putri, tim Ternate telah berhasil mengalahkan empat kabupaten/kota, yakni Tidore Kepulauan, Halmahera Utara, Halmahera Timur, dan Halsel, sehingga berhasil meraih satu medali emas,” ujar Pardi dalam keterangannya.
Dominasi Kota Ternate sudah terlihat sejak partai pembuka di sektor tunggal. Nurul H. Limatahu membuka keunggulan setelah menang mudah atas Irjhy A.J.U dengan skor 21-2, 21-6. Aqila P. Syamsudin melanjutkan dominasi dengan menumbangkan Wiwin P. Iswandi lewat skor identik 21-5, 21-5.
Bilqis N. Salsabila kemudian mengunci kemenangan di sektor tunggal setelah menaklukkan Juliana Dogu dengan skor meyakinkan 21-3, 21-3. Ketiga pemain Ternate tampil tanpa celah dan tidak memberi kesempatan lawan untuk berkembang.
Di kategori ganda, pasangan Nurul/Dwi Sandra tetap konsisten menekan lawan. Mereka mengalahkan pasangan Nadila/Putri Ningsih dengan skor 21-8, 21-5. Partai terakhir ditutup manis oleh pasangan Aqila/Denti yang berhasil membungkam perlawanan Katalia/Wiwin dengan skor 21-5, 21-11.
Rekapitulasi pertandingan menunjukkan tim putri Ternate tidak sekadar menang, tetapi benar-benar mendominasi setiap pertandingan final. Seluruh pemain berhasil memenangkan pertandingan tanpa kehilangan satu set pun.
Kesuksesan di sektor putri ini menjadi modal berharga bagi kontingen Kota Ternate. Pardi menegaskan bahwa timnya tidak akan berhenti di satu medali emas. Saat ini, tim bulutangkis Kota Ternate juga masih bertanding di kategori beregu putra dan bersiap menghadapi babak semifinal yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis.
“Untuk kelas perorangan, kita target medali. Dari tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, target medali,” tegas Pardi.
Lebih lanjut, Pardi mengungkapkan bahwa ajang PORPROV ini juga menjadi bagian dari persiapan atlet muda untuk menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) di Morotai. Atlet yang dibawa ke PORPROV ini merupakan atlet junior, rata-rata kelahiran tahun 2009 dan 2010.
“Ini untuk kita motivasi anak-anak, untuk kita bertarung lagi di POPDA nanti yang akan dilaksanakan di Morotai. Jadi target kita, untuk anak-anak, fokus dan mencapai hasil maksimal,” tutup Pardi.