Harga Cabai Rawit di Pasar Higienis Ternate Tembus Rp120 Ribu per Kilogram, Bawang Merah Ikut Meroket

Penulis: Indra Firmansyah  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 16:53:31 WIB
Harga cabai rawit di Pasar Higienis Ternate melonjak hingga Rp120 ribu per kilogram.

TERNATE — Lonjakan harga cabai rawit menjadi pemandangan utama di Pasar Higienis Ternate, Jumat (5/6/2026). Komoditas dapur yang satu ini kini dibanderol Rp120 ribu per kilogram, naik drastis dari harga normal yang biasanya berkisar antara Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram.

Harga Bawang Merah Ikut Naik

Tak hanya cabai, harga bawang merah juga ikut merangkak naik. Berdasarkan pantauan di lapangan, bawang merah ukuran sedang dijual dengan harga Rp50 ribu per kilogram, naik dari posisi sebelumnya yang berada di angka Rp40 ribu.

Para pedagang mengaku kenaikan ini terjadi sejak tiga hari terakhir. “Stok dari petani mulai susah, apalagi cuaca akhir-akhir ini tidak menentu,” ujar salah seorang pedagang di lokasi.

Fakta Singkat Harga Sembako di Ternate

  • Cabai rawit: Rp120.000/kg (naik 71% dari harga normal)
  • Bawang merah: Rp50.000/kg (naik 25% dari pekan lalu)
  • Bawang putih: Rp45.000/kg (stabil)
  • Minyak goreng curah: Rp18.000/liter (stabil)

Pasokan dari Petani Lokal Tersendat

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ternate yang dihubungi secara terpisah membenarkan adanya gangguan pasokan. Menurutnya, hasil panen dari sentra cabai di Halmahera Barat dan sekitarnya mengalami penurunan akibat musim hujan yang berkepanjangan.

“Kami sedang berkoordinasi dengan distributor untuk mendatangkan pasokan dari luar daerah, seperti dari Sulawesi Utara. Namun, ongkos kirim yang tinggi ikut mendongkrak harga di tingkat konsumen,” jelasnya.

Dampak ke Ibu Rumah Tangga dan Pedagang Kecil

Kenaikan harga ini langsung dirasakan oleh ibu rumah tangga yang biasa berbelanja harian di Pasar Higienis. Beberapa di antaranya memilih mengurangi volume pembelian atau beralih ke cabai kering yang lebih murah.

“Biasanya beli setengah kilogram, sekarang hanya seperempat. Lumayan buat ngirit,” ujar Siti, seorang pembeli yang ditemui di pasar.

Sementara itu, pedagang gorengan dan warung makan kecil mulai mengeluhkan margin keuntungan yang menipis. Mereka terpaksa menaikkan harga jual atau mengurangi porsi cabai dalam masakan.

Belum Ada Operasi Pasar dari Pemkot

Hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah konkret dari Pemerintah Kota Ternate untuk menggelar operasi pasar guna menekan harga. Para pedagang berharap pemkot segera turun tangan sebelum harga semakin tak terkendali.

“Kalau dibiarkan, harga bisa tembus Rp150 ribu. Kasihan ibu-ibu yang belanja setiap hari,” keluh seorang pedagang lainnya.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: ternate.tribunnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top