SOFIFI — Kepala BPJN Maluku Utara, H. Abdul Hamid Payapo, meninjau langsung titik-titik longsor di jalur strategis Payahe-Weda, Rabu (3/6/2026). Kunjungan lapangan itu melibatkan Kepala Seksi Preservasi, Kasatker Wilayah II, dan sejumlah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan BPJN setempat.
Ruas Payahe-Weda merupakan jalur penghubung utama yang menghubungkan sejumlah kawasan strategis di Maluku Utara. Kerusakan di titik longsor, jika tidak segera ditangani, berpotensi memutus akses transportasi dan memperlambat distribusi barang.
Dalam pemantauan, tim BPJN mengidentifikasi sejumlah titik rawan yang membutuhkan penanganan segera. Abdul Hamid Payapo menegaskan bahwa setiap potensi bencana harus ditangani secara cepat dan tepat.
“Pemantauan rutin sangat penting untuk mendeteksi potensi kerusakan maupun ancaman longsor sejak dini. Setiap titik yang berpotensi membahayakan pengguna jalan harus segera ditindaklanjuti agar keselamatan masyarakat tetap terjamin,” ujar Abdul Hamid Payapo.
BPJN Maluku Utara akan segera menyusun langkah penanganan berdasarkan tingkat prioritas di lapangan. Upaya yang direncanakan mencakup penguatan struktur jalan, perbaikan drainase, serta penanganan area longsor untuk meminimalkan risiko kerusakan yang lebih besar.
Pemantauan ini menjadi bagian dari komitmen BPJN Maluku Utara dalam menjaga kualitas jalan nasional. Jalan ini merupakan urat nadi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah tersebut.
Kondisi geografis Maluku Utara yang berbukit dan curah hujan tinggi membuat sejumlah ruas jalan nasional rentan longsor. Jalur Payahe-Weda, yang melintasi area dengan kontur tanah labil, kerap mengalami gangguan saat musim hujan tiba.
BPJN mengimbau pengguna jalan untuk tetap waspada saat melintas, terutama di titik-titik yang telah teridentifikasi rawan. Informasi terkini mengenai kondisi jalan bisa dipantau melalui kanal resmi BPJN Maluku Utara.