TERNATE — Sekda Rizal Marsaoly menegaskan bahwa persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak bisa ditangani sendiri oleh DP3A. Ia meminta jajarannya membangun kolaborasi yang lebih erat dengan aparat di tingkat bawah.
“Berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih terjadi harus menjadi perhatian kita bersama. Persoalan ini sangat penting dan harus segera ditangani melalui langkah-langkah yang konkret,” kata Rizal dalam arahannya.
Salah satu instruksi spesifik yang disampaikan adalah menyukseskan program Jam Malam bagi remaja di Kota Ternate. Program ini membutuhkan keterlibatan aktif perangkat kelurahan dan kecamatan agar pengawasan terhadap remaja berjalan efektif.
Selain soal kekerasan, Sekda juga menyoroti pentingnya evaluasi berkelanjutan di internal DP3A. Memasuki tahun kedua visi Ternate Mandiri dan Berkeadilan, ia meminta evaluasi tidak hanya dilakukan di akhir tahun.
“Jangan menunggu sampai program selesai baru dievaluasi. Evaluasi harus dilakukan setiap hari melalui mekanisme internal sehingga setiap indikator kinerja dapat diukur dan dipantau secara nyata,” tegasnya.
Evaluasi harian dinilai mampu mendeteksi kendala lebih dini. Dengan begitu, langkah perbaikan bisa segera diambil tanpa menunggu program berjalan melenceng dari target RPJMD.
Rizal juga mengingatkan soal disiplin aparatur. Menurutnya, ketepatan waktu dan soliditas organisasi menjadi fondasi keberhasilan program strategis daerah.
Untuk memperkuat koordinasi internal, ia meminta seluruh jajaran DP3A melaksanakan apel pagi setiap hari Senin. Kegiatan ini diharapkan mempererat hubungan kekeluargaan antarpegawai sekaligus menjadi sarana konsolidasi program kerja.
Program Rabu Menyapa sendiri merupakan agenda rutin Pemkot Ternate untuk memastikan pelaksanaan program di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berjalan maksimal. Kegiatan ini dihadiri Kepala DP3A Kota Ternate, Mardjorie S. Amal, serta para pejabat struktural dan fungsional di lingkungan dinas tersebut.