TERNATE — Sabuk hitam yang melambangkan tingkatan tertinggi dalam seni bela diri taekwondo itu resmi dipasang di pinggang Sherly Tjoanda di tengah acara pembukaan kejuaraan. Wanita berusia 43 tahun yang juga dikenal sebagai pengusaha itu tampak bahagia saat kostum putih taekwondo dan sabuk hitamnya menjadi pusat perhatian.
Momen Sherly bersabuk hitam dibagikan melalui kanal YouTube pribadinya. Unggahan itu sontak membuat warganet dan para penggemar terkejut sekaligus kagum atas penampilan Gubernur Malut tersebut.
"Ternyata, ibu cantik ini juga Pendekar Kebenaran," ujar akun @pujirohmatxxx.
"Tidak menyangka selembut itu ternyata sabuk hitam," komentar @indripuspodihardjoxxx.
"Duh Gusti! Setelah menyelam saat pengibaran Bendera Merah Putih di dasar laut, tercengang aku karena dia juga ban hitam," tulis @riahandayanixxx. Sementara @novielenxxx memuji, "Asli, pendekar beneran nih Ibu Gubernur. Mantap, menyala ibu."
Dalam seni bela diri taekwondo, sabuk hitam merupakan tingkatan tertinggi yang melambangkan penguasaan teknik hingga ketahanan mental. Artinya, seseorang sudah melalui semua tahapan sabuk warna (Geup).
Pengguna sabuk hitam menandakan bahwa ia telah mendedikasikan waktunya untuk belajar menguasai diri dan ilmu bela diri selama bertahun-tahun. Hal ini memberikan lambang kedewasaan dan kematangan seorang praktisi.
Selain penampilannya yang mencuri perhatian, Sherly Tjoanda juga menyampaikan harapannya dalam sambutan saat membuka North Mollucas Taekwondo Championship 2026. Kejuaraan yang berlangsung hingga 29 Mei 2026 itu disebutnya sebagai titik awal lahirnya atlet-atlet berprestasi, khususnya dari Maluku Utara.
Ia berharap ajang ini bisa menjadi bukti bahwa atlet taekwondo asal Malut mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di level nasional maupun internasional.