HALMAHERA BARAT — Erupsi Gunung Ibu terjadi pada pukul 11.07 WIT dan hingga laporan dibuat, aktivitas vulkanik masih berlangsung. Petugas pengamatan Gunung Api Ibu, M Saum Amin, melaporkan kolom letusan teramati dengan intensitas sedang hingga tebal.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi tegas bagi masyarakat dan wisatawan. Warga dilarang beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif Gunung Ibu.
Selain itu, PVMBG memperluas zona bahaya sektoral hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi luncuran awan panas atau lontaran material pijar.
PVMBG mengimbau warga yang beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker dan pelindung mata. Imbauan ini terutama berlaku apabila terjadi hujan abu vulkanik di sekitar permukiman.
Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi bohong atau hoaks yang beredar terkait aktivitas Gunung Ibu. PVMBG memastikan informasi resmi akan terus diperbarui melalui Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici.
PVMBG juga meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat untuk terus berkoordinasi dengan pusat vulkanologi dan pos pengamatan. Langkah ini penting agar setiap perkembangan aktivitas vulkanik dapat segera ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat.
Masyarakat di sekitar kawasan Gunung Ibu diharapkan mengikuti arahan dari pihak berwenang dan tidak mendekati area yang telah ditetapkan sebagai zona terlarang.