Polresta Tidore Perketat Patroli Anti Begal di 5 Kecamatan, Begal yang Meresahkan Warga Jadi Sasaran Utama

Penulis: Indra Firmansyah  •  Rabu, 27 Mei 2026 | 13:18:06 WIB
Polresta Tidore tingkatkan patroli malam di lima kecamatan untuk antisipasi aksi begal.

TIDORE — Unit Reaksi Cepat (URC) Polresta Tidore meningkatkan frekuensi patroli di titik-titik rawan begal di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara. Langkah ini diambil untuk merespons keresahan warga yang belakangan mengeluhkan aksi pembegalan di sejumlah ruas jalan sepi.

Lima Kecamatan Jadi Prioritas Patroli Malam

Patroli dipusatkan di Kecamatan Tidore, Tidore Selatan, Tidore Utara, Tidore Timur, dan Oba. Kawasan ini dikenal memiliki beberapa jalan tembok yang minim penerangan, terutama pada jam-jam rawan antara pukul 22.00 WIT hingga dini hari.

“Kami menempatkan personel di titik-titik yang sering dikeluhkan warga. Patroli tidak hanya menggunakan kendaraan, tetapi juga jalan kaki,” ujar Kepala URC Polresta Tidore, Ipda Andi Surya, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Senin (17/3).

Modus Pelaku: Incar Pengendara Tunggal di Jalan Sepi

Berdasarkan data yang dihimpun kepolisian, pelaku begal di wilayah Tidore biasanya beraksi secara berkelompok dengan mengendarai sepeda motor. Mereka kerap mengincar pengendara yang melintas sendirian, terutama perempuan, pada malam hari.

Ipda Andi menambahkan, pihaknya juga mengimbau warga untuk tidak ragu melapor jika melihat gerak-gerik mencurigakan. “Kami siapkan hotline yang bisa dihubungi kapan saja. Keamanan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Fakta Singkat Patroli Anti Begal Polresta Tidore:

  • Lima kecamatan menjadi prioritas pengamanan: Tidore, Tidore Selatan, Tidore Utara, Tidore Timur, dan Oba.
  • Patroli diperketat pada jam rawan, mulai pukul 22.00 WIT hingga subuh.
  • Warga diimbau melapor melalui hotline yang disediakan jika menemukan aktivitas mencurigakan.

Respons Warga: Patroli Rutin Bisa Cegah Aksi Kriminal

Sejumlah warga menyambut baik langkah Polresta Tidore. Salah seorang warga Kelurahan Gurabati, Rudi Hasan, mengaku merasa lebih tenang dengan kehadiran patroli malam. “Dulu kami takut keluar malam, apalagi yang punya warung buka sampai larut. Sekarang ada patroli, lumayan mengurangi rasa was-was,” katanya.

Polresta Tidore berjanji akan mengevaluasi efektivitas patroli secara berkala dan menyesuaikan jadwal jika ditemukan titik rawan baru. Operasi ini akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar kondusif.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top