JAKARTA — Pasar saham domestik memulai pekan ini dengan tekanan berat. IHSG langsung tergerus 138,558 poin (2,06 persen) ke posisi 6.584,762, sementara pada sesi preopening indeks sudah turun lebih dulu 94,344 poin (1,40 persen) di level 6.628,976.
Di pasar valuta asing, rupiah pagi ini tak mampu beranjak dari zona merah. Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.00 WIB, mata uang Garuda melemah 33 poin (0,19 persen) ke Rp 17.630 per dolar AS. Angka ini mendekati level terlemah dalam beberapa bulan terakhir.
Pelemahan IHSG bukan fenomena tunggal. Mayoritas bursa Asia pagi ini juga bergerak di teritori negatif dengan tekanan cukup dalam:
Tekanan jual di pasar saham dan valas pagi ini dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan suku bunga global serta ketidakpastian ekonomi negara maju. Rupiah yang terus melemah mendekati Rp 17.650 per dolar AS menjadi sinyal bahwa tekanan eksternal masih kuat.
Belum ada intervensi signifikan dari Bank Indonesia yang terpantau pagi ini. Para pelaku pasar masih menunggu langkah selanjutnya dari otoritas moneter untuk menahan laju pelemahan rupiah dan menjaga stabilitas pasar modal.