KSPM Unkhair dan OJK Maluku Utara Latih 100 Guru Ternate Ajarkan Pasar Modal di Kelas

Penulis: Kemal Batubara  •  Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:46:01 WIB
Pelatihan literasi pasar modal diikuti 100 guru di Ternate untuk memperkuat pemahaman keuangan siswa.

TERNATE — Edukasi kali ini berbeda dari kegiatan literasi sebelumnya yang biasanya menyasar pelaku usaha atau masyarakat umum. Para guru dipilih karena dianggap sebagai jalur tercepat menanamkan pemahaman keuangan dan pasar modal kepada siswa sejak bangku sekolah.

Acara berlangsung dengan sesi tanya jawab interaktif. Para guru banyak menanyakan cara mengelola keuangan dan berinvestasi yang baik, sekaligus cara menghindari investasi ilegal.

Literasi Keuangan Maluku Utara Masih 48,65 Persen

Manajer Kantor OJK Provinsi Maluku Utara Faisal S. Yunus memaparkan peran OJK, lanskap industri jasa keuangan, serta edukasi waspada investasi ilegal. OJK mengemban tiga fungsi utama: mengatur, mengawasi, serta melindungi konsumen dan masyarakat di sektor jasa keuangan.

Faisal menyoroti tingkat literasi keuangan masyarakat Maluku Utara berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang masih berada di angka 48,65 persen. Angka itu di bawah rata-rata nasional sebesar 69,57 persen.

Kesenjangan tersebut yang mendorong OJK menggencarkan edukasi keuangan, termasuk ke kalangan guru. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, OJK Maluku Utara telah menjangkau 6.742 peserta melalui 40 kegiatan di 10 kabupaten/kota, dengan 62,3 persen di antaranya pelajar dan mahasiswa.

951 Pinjol Ilegal dan 242 Investasi Bodong Dihentikan

Faisal mengingatkan maraknya modus pinjaman online ilegal, investasi bodong, hingga peniruan akun resmi lembaga jasa keuangan di media sosial. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Satgas PASTI secara nasional menemukan dan menghentikan 951 entitas pinjaman online ilegal, 242 penawaran investasi ilegal, serta 27 gadai ilegal.

Ia juga menginformasikan cara pengecekan SLIK OJK dan kanal pengaduan OJK, serta mengajak guru menerapkan prinsip 2L sebelum berinvestasi: Legal dan Logis.

"Kami meminta agar bapak dan ibu guru menyampaikan kembali kepada siswa di sekolah masing-masing. Kami mengimbau masyarakat yang menemukan indikasi aktivitas keuangan ilegal dapat melapor melalui SIPASTI (sipasti.ojk.go.id), Indonesia Anti-Scam Centre (iasc.ojk.go.id), atau Kontak OJK 157," ujarnya.

962 Emiten dan 30,1 Juta Investor per Januari 2026

Deputi Kepala Wilayah Maluku dan Maluku Utara Bursa Efek Indonesia Rahma Artika Salampessy membawakan materi bertajuk "Guru Melek Pasar Modal: Membangun Literasi Keuangan Generasi Masa Depan". Ia memaparkan jumlah perusahaan tercatat mencapai 962 emiten per Juli 2026, naik pesat dari 521 emiten pada 2015.

Jumlah investor pasar modal juga melesat dari 434 ribu pada 2015 menjadi 30,1 juta investor per Januari 2026. Rahma menjelaskan ragam produk pasar modal yang bisa dipahami dan diajarkan guru kepada siswa.

  • Saham sebagai bukti kepemilikan perusahaan, dengan modal minimal Rp5.000.
  • Obligasi dan sukuk sebagai instrumen surat utang dengan imbal hasil berupa kupon.
  • Reksa dana yang memudahkan investor pemula karena dana dikelola Manajer Investasi, dengan modal awal mulai Rp50.000.

Ia juga menjelaskan konsep saham halal berdasarkan prinsip syariah sebagai kegiatan musyarakah atau syirkah, serta faktor internal dan eksternal yang memengaruhi naik turunnya harga saham, mulai dari kinerja perusahaan hingga kondisi makroekonomi dan sentimen pasar.

Cara Menyisipkan Pasar Modal ke Bahan Ajar Ekonomi dan IPS

Pada bagian inti materinya, Rahma memaparkan panduan praktis bagi guru untuk mengintegrasikan materi pasar modal ke dalam bahan ajar ekonomi dan IPS sesuai jenjang. Untuk SMP dan kelas 10, materi dimulai dari konsep dasar kebutuhan dan skala prioritas.

Pengenalan fungsi lembaga pasar modal masuk di kelas 10-11, instrumen pasar modal di kelas 11, serta mekanisme dan pembentukan harga saham di kelas 11-12. Materi risiko, perlindungan konsumen, dan etika investasi dapat disampaikan di semua jenjang.

Ia menekankan pasar modal sebaiknya dipakai sebagai konteks untuk mencapai tujuan kurikulum yang sudah ada, bukan materi baru yang berdiri sendiri. Caranya bisa lewat simulasi sederhana seperti alokasi uang saku atau permainan peran pembeli-penjual saham di kelas.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan 2026 yang bertujuan memperluas jangkauan edukasi keuangan ke berbagai kelompok masyarakat di Maluku Utara.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: tandaseru.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top