MALUKU UTARA — Liga Putri Indonesia 2026/27 resmi bergulir di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, dengan enam klub peserta. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menargetkan kompetisi musim pertama setelah vakum sejak 2019 ini memasok pemain baru untuk tim nasional putri.
Pembukaan resmi kompetisi digelar Minggu, dibuka oleh laga antara Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women. Dua pertandingan sebelumnya tersaji lebih dulu di venue yang sama: Persita Tangerang menaklukkan Garudayaksa FC 1-0, lalu Dewa United Banten FC mengalahkan Persikad Depok dengan skor identik.
Erick menilai dua laga awal itu sudah memperlihatkan dampak langsung liga terhadap kebutuhan skuad timnas. Pemain yang biasa memperkuat timnas U17 dan senior tampil menonjol, sementara sejumlah nama yang selama ini luput dari pemantauan justru muncul di lapangan.
"Ya, kalau kita lihat tadi di dua pertandingan pertama, saya rasa banyak pemain timnas kita yang juga dari usia U17 dan senior bermain sangat baik. Dan ini bagaimana kita menambah jam terbang terus. Tetapi juga banyak pemain yang baru yang selama ini tidak terpantau, hari ini banyak yang muncul," kata Erick seusai pembukaan resmi liga.
Dari situ ia menyusun target jangka panjang untuk sepak bola putri nasional. Erick menyebut timnas putri semestinya tidak kalah dari tim putra, dengan juara Asia Tenggara sebagai batu pijakan pertama sebelum berbicara soal peluang lolos ke Piala Dunia.
"Saya rasa inilah yang kita harapkan bahwa liga ini memberikan makin banyak para pemain untuk sumbangsih tim nasional. Sehingga targetnya ke depan, ya jangan kalah sama pria. Siapa tahu, ya, juara Asia Tenggara dulu. Siapa tahu lolos Piala Dunia. Kan itu targetnya, ya? Boleh dong mimpi? Kerja kerasnya kita mulai," ujarnya menambahkan.
Musim ini diikuti enam klub: Garudayaksa FC, Persita, Persikad, Dewa United Banten FC, Persija Jakarta, dan FC Bekasi City. Formatnya triple round robin, setiap klub saling bertemu tiga kali, dengan fase reguler berlanjut ke semifinal, perebutan tempat ketiga, dan laga puncak.
Seluruh rangkaian dijadwalkan rampung pada 30 Januari 2027. Bagi PSSI, kepastian jadwal itu penting karena edisi terakhir kompetisi digelar pada 2019, ketika Persib Putri keluar sebagai juara sebelum liga vakum panjang.
Erick menegaskan PSSI memegang komitmen keberlanjutan kompetisi ini hingga lima tahun ke depan. Jangka waktu tersebut disepakati bersama operator liga dan para klub sebelum evaluasi menyeluruh dilakukan.
Penambahan jumlah peserta tidak akan dilakukan terburu-buru. PSSI memilih menakar kesiapan ekosistem dan kondisi tiap klub lebih dulu ketimbang memaksakan perluasan kompetisi.
"Kita pastikan juga para klub ini bisa berjalan dengan baik. Jangan sampai ada isu-isu mogok di tengah jalan," kata Erick.
Soal antusiasme penonton, Erick menyebut tahun pertama berjalan baik dan berharap tiap klub mulai membangun basis suporter sendiri. Ia juga menyindir pihak yang selama ini menuntut keberadaan liga tanpa hadir langsung ke stadion.
"Dan ini yang kita harapkan, ya, ayo yang selama ini teriak-teriak 'Mana liganya?', ayo datang, nonton dong sekarang! Kita sudah kasih yang terbaik, ayo datang nonton buktikan kontribusinya bukan dari hanya bicara, tetapi kehadiran yang kita tunggu," ucapnya.