TERNATE — Musyawarah Provinsi V dan Forum Bisnis KADIN Maluku Utara berlangsung di Sahid Bela Hotel Ternate, Sabtu (25/7/2026), dengan mengusung tema “Bersatu Berkolaborasi Berdaya Saing Membangun Maluku Utara Maju.” Acara yang dihadiri pengurus KADIN Pusat serta perwakilan dari sepuluh kabupaten/kota se-Maluku Utara ini awalnya dijadwalkan dua hari hingga Minggu (26/7/2026), namun proses pemilihan berlangsung lebih cepat sehingga pelantikan ketua terpilih digelar pada Sabtu sore.
Muksin Talib yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua KADIN Malut periode sebelumnya kembali dipercaya memimpin organisasi pengusaha itu. Ia terpilih secara aklamasi, menandakan tidak ada kandidat lain yang maju dalam musyawarah tersebut.
Di sela-sela acara, salah satu perwakilan KADIN yang merahasiakan identitasnya kepada Istanafm.com menyampaikan harapan yang tegas. “Dengan terpilihnya Ketua KADIN Malut yang baru ini, diharapkan mampu berkolaborasi dengan semua pihak, guna memajukan Dunia Usaha di Maluku Utara,” katanya.
Sumber yang sama juga mengingatkan agar tidak ada lagi isu monopoli bisnis dalam tubuh KADIN. “Jangan ada lagi isu monopoli bisnis dalam organisasi KADIN, sehingga menimbulkan rasa ketidakpercayaan anggota terhadap ketua dan pengurus dalam memenej organisasi secara mandiri dan transparan,” ujarnya.
Pernyataan itu menjadi catatan penting bagi kepengurusan baru. Selama ini, sejumlah anggota kerap mengeluhkan praktik oligarki di beberapa Kadin daerah yang menghambat iklim usaha sehat. Dengan terpilihnya Muksin Talib secara aklamasi, diharapkan organisasi mampu menjembatani kepentingan pelaku usaha besar maupun UMKM di Maluku Utara.
Musyawarah provinsi ini juga dirangkaikan dengan forum bisnis yang mempertemukan pengusaha dari berbagai sektor. Tema ‘Bersatu Berkolaborasi Berdaya Saing’ dipilih untuk menekankan pentingnya sinergi antara Kadin dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha di sepuluh kabupaten/kota.
Belum ada pernyataan resmi dari Muksin Talib soal program prioritas lima tahun ke depan. Namun, sumber internal menyebutkan bahwa konsolidasi dengan Kadin kabupaten/kota dan penyusunan peta jalan investasi daerah akan menjadi pekerjaan rumah pertama yang harus diselesaikan.