TERNATE — Wali Kota Ternate H. M. Tauhid Soleman menegaskan anak-anak yang berada di LPKA tidak boleh kehilangan momen Hari Anak Nasional. Ia menyebut mereka tetap memiliki hak yang sama untuk merasakan kebahagiaan dan perhatian, meski tengah menjalani proses pembinaan.
"Anak-anak yang saat ini berada di lembaga pembinaan khusus anak ini tidak boleh kehilangan momen Hari Anak Nasional. Sebagian besar mereka masih berada pada usia anak, sehingga tetap mendapatkan pembinaan, penguatan, dan motivasi," ujar Tauhid dalam kegiatan yang digelar di LPKA Kelas II Ternate.
Menurut Tauhid, masa pembinaan harus menjadi ruang bagi anak-anak untuk membentuk karakter dan memperbaiki diri. Ia menekankan pentingnya pendampingan agar mereka siap kembali diterima di lingkungan masyarakat.
"Tentunya mereka tetap diberikan pembinaan secara khusus, penguatan, motivasi, dan berbagai hal yang dapat membangun karakter mereka," katanya.
Pemkot Ternate, lanjut Tauhid, telah bersinergi dengan LPKA melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta Tim Penggerak PKK Kota Ternate. Kolaborasi itu mencakup kegiatan pembinaan, pendampingan, dan penguatan mental bagi anak-anak binaan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku Utara, Bagus Kurniawan, mengatakan peringatan HAN 2026 menjadi momentum untuk menunjukkan kepedulian terhadap seluruh anak. Ia menyebut tagline Hari Anak Nasional adalah menyayangi dan melindungi untuk masa depan mereka.
"Hari ini adalah momen yang sangat baik. Tagline Hari Anak Nasional adalah menyayangi dan melindungi untuk masa depan mereka," ujar Bagus.
Pada kesempatan itu, LPKA Kelas II Ternate memberikan pengurangan masa pidana kepada sejumlah anak binaan. Bagus menjelaskan remisi tersebut diberikan bervariasi, mulai dari satu bulan hingga tiga bulan, setelah melalui proses asesmen dan memenuhi persyaratan administratif maupun substantif.
"Pengurangan masa pidana ini diharapkan memberikan semangat kepada mereka untuk terus berkelakuan baik dan mengikuti seluruh proses pembinaan," jelasnya.
Bagus menambahkan, kehadiran orang tua dan wali dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting. Menurutnya, dukungan keluarga berperan besar dalam membantu proses pembinaan karena perhatian dan kasih sayang menjadi penguat bagi anak selama menjalani masa pembinaan.
Kegiatan yang digelar di bawah kepemimpinan Kepala LPKA Nona Ahmad itu juga dihadiri jajaran pemasyarakatan serta orang tua dan wali anak binaan. Melalui peringatan HAN 2026, LPKA Kelas II Ternate berharap anak-anak binaan tetap memiliki semangat untuk berubah, memperbaiki diri, serta menatap masa depan dengan optimisme setelah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.