Kelurahan Tongole di Ternate Didorong Jadi Sentra Kerajinan Bambu, Pemilik HKI Jadi Target

Penulis: Kemal Batubara  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 12:56:01 WIB
Workshop pembuatan kursi bambu di Kelurahan Tongole digelar sebagai langkah awal pengembangan kerajinan bambu menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.

TERNATE — Workshop dan Diskusi Pembuatan Kursi Bambu di Kelurahan Tongole menjadi langkah awal untuk mentransformasi bambu dari sekadar bahan baku menjadi produk kreatif bernilai ekonomi. Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) 2026 ini digelar di Kelurahan Tongole, Kecamatan Ternate Tengah, pada Senin hingga Selasa (20-21/7/2026).

Bambu Sebagai Jati Diri yang Butuh Perlindungan Hukum

Rasno Ahmad, penggagas program, menegaskan bahwa bambu bukan sekadar komoditas kerajinan, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat Tongole. Ia mendorong pemerintah kelurahan hingga kecamatan untuk memberikan perhatian lebih terhadap pelestarian potensi ini.

"Bambu adalah jati diri yang harus dirawat dan dilestarikan. Tongole sebagai kampung bambu ke depan perlu mendapatkan perlindungan hukum melalui Hak Kekayaan Intelektual (HKI) agar tidak diklaim oleh daerah lain," ujar Rasno dalam sambutannya.

Prospek Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya

Kepala Subbagian Umum BPK Maluku Utara, Stenli R. Loupatty, menilai kerajinan kursi bambu memiliki prospek besar untuk dikembangkan sebagai sektor ekonomi kreatif. Menurutnya, workshop ini tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pelestarian warisan budaya, tetapi juga membuka peluang usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga.

"Melalui kegiatan ini kami berharap para perajin mulai memanfaatkan pasar digital sehingga produk kursi bambu dapat dipasarkan hingga ke luar daerah. Dengan begitu, kerajinan bambu dapat menjadi sumber pendapatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan," kata Stenli.

Narasumber dan Target ke Depan

Sejumlah akademisi turut berbagi gagasan dalam workshop tersebut, di antaranya dari ISDIK Taufik H. Taher, Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Ternate Rinto Taib, serta akademisi Universitas Khairun Muktar Adam. Stenli berharap workshop ini menjadi titik awal lahirnya berbagai inovasi dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam mengembangkan industri kerajinan bambu di Tongole.

Selain menjaga kelestarian budaya lokal, pengembangan kerajinan bambu diharapkan mampu mengangkat Tongole sebagai sentra kerajinan bambu di Maluku Utara. Target jangka panjangnya, produk kursi bambu asal Tongole bisa menembus pasar digital dan menjadi ikon ekonomi kreatif daerah.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: cermat.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top