MALUKU UTARA — Pemandangan langka tersaji di jantung kota New York. Times Square, yang biasanya dipenuhi lampu neon dan turis dari berbagai negara, berubah total menjadi zona eksklusif pendukung Argentina. Ribuan suporter La Albiceleste memadati area tersebut sambil bernyanyi dan mengibarkan bendera, menciptakan atmosfer karnaval yang sulit ditemukan di kota lain.
Final Piala Dunia 2026 yang digelar di Stadion MetLife, New Jersey, menjadi magnet utama. Kedekatan geografis New York dengan venue final membuat kota ini menjadi basis konsentrasi suporter Argentina yang datang dari berbagai penjuru dunia. Mereka memilih berkumpul di Times Square sebagai simbol perayaan terbuka.
Suasana semakin meriah ketika puluhan lagu khas Argentina bergema, mulai dari himne kebangsaan hingga chant dukungan untuk Lionel Messi. Beberapa suporter bahkan membawa replika trofi Piala Dunia dan atribut berukuran raksasa.
Kehadiran ribuan suporter ini memberikan dampak langsung pada sektor pariwisata dan ritel di sekitar Times Square. Restoran dan bar terdekat melaporkan lonjakan pengunjung sejak pagi hari. Pihak kepolisian New York juga menerjunkan personel tambahan untuk mengantisipasi kepadatan dan potensi kericuhan.
Meski euforia tinggi, tidak ada laporan insiden serius yang terjadi selama aksi berlangsung. Para suporter Argentina umumnya tertib dan hanya fokus pada perayaan menjelang laga puncak melawan lawan yang belum ditentukan.
Laga final akan menjadi ujian terakhir bagi skuad asuhan Lionel Scaloni untuk mempertahankan gelar juara dunia yang diraih pada 2022 di Qatar. Dukungan langsung dari ribuan suporter di Times Square diyakini menjadi suntikan moral bagi para pemain yang tengah bersiap di hotel tim.
Belum ada konfirmasi apakah Messi dan rekan-rekannya akan menyempatkan diri menyapa suporter di Times Square sebelum pertandingan. Namun, pemandangan lautan biru putih di pusat New York sudah menjadi bukti bahwa Argentina kembali membawa sepak bola ke jalanan Amerika Serikat.