TERNATE — Penyegaran organisasi di lingkungan Polda Maluku Utara menyasar 215 perwira sekaligus. Kebijakan yang ditandatangani Kapolda Irjen Pol. Arif Budiman pertengahan Juli lalu ini menempatkan 33 lulusan Dikbang Polri di pos-pos kunci, baik di tingkat polda maupun polres jajaran.
Kabid Humas Polda Malut Kombes Pol. Hadi Poerwanto menyebut mutasi ini bagian dari pembinaan karier sekaligus penguatan organisasi. "Penempatan personel lulusan Dikbang Polri ini merupakan pembinaan karier sekaligus upaya memperkuat organisasi melalui pengisian jabatan oleh personel yang telah dibekali kompetensi kepemimpinan, manajerial, dan profesionalisme," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (21/7).
Delapan perwira lulusan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri mendapat penempatan di tingkat Polda Maluku Utara. Kompol Feliks Lasykar Saro Gulo, misalnya, dipercaya sebagai Kasubdit I Ditresnarkoba, sementara Kompol Rizal Satria Ferdianto mengisi Kasubdit Gakkum Ditlantas.
Kompol Haris Akhmat Basuki menjabat Kasubdit III Ditreskrimum, dan Kompol Fudin Ismail sebagai Kasubdit Audit Ditpamobvit. Dua perwira lainnya, Kompol Ari Bayuaji dan Kompol Nico Ericson Reinhold, masing-masing menduduki Kasubdit Waster Ditpamobvit serta Kasubdit Gakkum Ditpolairud. Kompol Bagin Efrata Barus ditugaskan sebagai Koorspripim Polda Malut, dan Kompol Ratih Lastika Sari sebagai Kabag Watpers Ro SDM.
Empat lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian-Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) langsung ditempatkan di wilayah. AKP Cahya Nugraha Minartama dipercaya memimpin Polsek Wasile, Polres Halmahera Timur. Sementara AKP Rodo Parulian Manik menjabat Pelaksana Sehari-hari (PS) Kasatreskrim Polresta Tidore.
Dua perwira lainnya, Iptu Arif Budi Aji dan Iptu Prayuda Bima Wibawa, masing-masing mengisi kursi Kasatreskrim Polres Ternate dan Kasatreskrim Polres Halmahera Barat. Selain itu, satu lulusan Sespimma Polri dan 20 lulusan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) ditempatkan di berbagai posisi operasional dan pembinaan di tingkat polda dan polres.
Kombes Hadi menambahkan, mutasi ini merupakan dinamika organisasi yang wajar untuk meningkatkan efektivitas tugas. "Kami berharap mereka mampu membawa inovasi serta meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat," katanya.
Melalui rotasi massal ini, Polda Maluku Utara optimistis kinerja organisasi akan semakin profesional, modern, dan Presisi. Langkah ini dinilai krusial mengingat karakteristik geografis Maluku Utara yang terdiri dari ribuan pulau dengan tantangan kamtibmas yang beragam, mulai dari konflik lahan hingga kejahatan lintas wilayah perairan.