TIDORE — Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menegaskan kompetisi ini bukan sekadar seremonial. Dalam sambutannya, ia menyebut pemilihan duta pelajar sadar hukum merupakan langkah konkret pencegahan dini terhadap perilaku menyimpang di kalangan remaja.
“Ini adalah upaya konkret dan langkah pencegahan dini terhadap kenakalan remaja serta penyalahgunaan narkoba. Para peserta yang terpilih dari berbagai kecamatan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mengedukasi rekan sejawatnya mengenai pentingnya kepatuhan terhadap aturan negara,” ujar Muhammad.
Kepala Kejaksaan Negeri Tidore, Sabar Evryanto Batubara, menyoroti pentingnya pemahaman regulasi hukum bagi pelajar, terutama di era digital. Menurutnya, sinergi antara aparat penegak hukum dan dunia pendidikan menjadi kunci mencetak pemimpin masa depan yang taat aturan.
Mantan Wakil Wali Kota dua periode itu juga meminta dewan juri menjaga objektivitas selama proses penilaian. Ia berharap duta yang terpilih nantinya mampu membawa nama baik Kota Tidore Kepulauan hingga tingkat nasional.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan sekaligus Ketua Panitia, Jamil Hadi, melaporkan kompetisi tahun ini diikuti oleh belasan sekolah yang tersebar di wilayah Tidore. Seluruh pendanaan kegiatan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setempat.
Panitia menyiapkan hadiah utama berupa kunjungan edukatif ke Jakarta bagi pemenang. Langkah ini diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi para pelajar untuk menguasai materi hukum dan menjadi teladan di lingkungan sekolah masing-masing.
Pemkot Tidore Kepulauan optimistis melalui sinergi antara pemerintah daerah, penegak hukum, dan institusi pendidikan, lingkungan masyarakat yang lebih aman dan sadar hukum dapat diwujudkan sejak bangku sekolah. Ajang DPSH dinilai menjadi wadah edukasi dan kompetisi positif yang memperkuat integritas hukum para pelajar.