Tesla Model 3 RWD dan Nissan Leaf S+ Ikut Bayangi Dominasi Chevy Bolt di Gelaran EV of the Year

Penulis: Galih Prayoga  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 02:52:31 WIB
Tesla Model 3 RWD dan Nissan Leaf S+ menjadi pesaing utama Chevy Bolt dalam gelaran EV of the Year.

MALUKU UTARA — Dalam industri yang makin terbiasa dengan harga mobil di atas Rp 800 juta, mencari mobil listrik yang jujur dan tidak memotong fitur esensial terasa seperti tantangan tersendiri. Gelaran EV of the Year yang digelar tahun ini justru menghadirkan kejutan: mobil-mobil listrik yang paling hemat biaya justru menjadi bintang. Rich Ceppos, jurnalis kawakan dari Car and Driver, mencatat bahwa membangun mobil murah yang hebat jauh lebih sulit ketimbang mobil mahal yang mewah.

Dalam laporannya, Ceppos menyoroti sejumlah model yang dinilai berhasil meniru semangat "less is more" ala Chevy Bolt. Meski beberapa di antaranya tidak resmi masuk dalam kompetisi inti, kontribusinya terhadap ekosistem EV patut diapresiasi. Berikut adalah lima pesaing yang berhasil mencuri perhatiannya.

Tesla Model 3 RWD: Performa Ringan dengan Harga di Bawah Pasar

Model 3 versi penggerak roda belakang (RWD) yang menjadi pintu masuk lini Tesla ini dianggap sebagai "sweetheart" berkat bobotnya yang ringan dan kemudi yang presisi. Dengan tenaga 300 hp dan akselerasi 0-60 mph dalam 5,4 detik, mobil ini menawarkan pengalaman berkendara yang menyenangkan.

Yang lebih menarik adalah banderolnya yang berada di angka 38.630 dolar AS (sekitar Rp 618 juta). Menurut Ceppos, mobil ini terasa seperti barang berkualitas tinggi dengan harga di bawah pasar. Jarak tempuh EPA mencapai 321 mil, menjadikannya pilihan rasional bagi mereka yang menginginkan teknologi Tesla tanpa embel-embel mahal.

Nissan Leaf S+ 2026: Varian Termurah dengan Jangkauan 303 Mil yang Menggiurkan

Nissan Leaf generasi terbaru untuk 2026 dinilai sebagai wujud yang seharusnya sudah hadir sejak awal. Namun, yang paling menarik perhatian Ceppos justru varian termurahnya, Leaf S+, yang dibanderol mulai 31.535 dolar AS (sekitar Rp 504 juta).

Sayangnya, dalam ajang EV of the Year, hanya varian tertinggi Platinum yang tersedia untuk diuji. Meski begitu, keberadaan Leaf S+ di pasaran sudah cukup untuk membuat Ceppos jatuh hati. "Hanya dengan mengetahui bahwa mobil itu ada di luar sana, itu sudah memenangkan hati saya," tulisnya. Jarak tempuh 303 mil dari baterai yang sama menjadi nilai jual utama yang sulit ditandingi di kelas harga tersebut.

Lexus ES350e Premium: Kemewahan Hening yang Terasa Seperti Curian

Lexus ES350e Premium mungkin bukan mobil termurah dalam daftar ini, tetapi nilai yang ditawarkan membuatnya layak disebut. Dengan banderol 48.795 dolar AS (sekitar Rp 780 juta), mobil ini menyajikan kabin yang lapang, senyap, dan suspensi yang begitu empuk hingga Ceppos menyebutnya "melayang seperti digantung dari awan."

Performa akselerasi 0-60 mph dalam 6,6 detik dan jarak tempuh EPA 307 mil membuatnya seimbang antara kemewahan dan kepraktisan. Ceppos bahkan tidak ragu mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk merekomendasikan varian ES500e yang lebih mahal.

Lucid Air Pure: Mahal, Tapi Value Tetap Ada di Titik Tertinggi

Sebagai pelanggar aturan paling berani, Lucid Air Pure hadir dengan harga 72.400 dolar AS (sekitar Rp 1,15 miliar). Mobil ini bahkan tidak hadir dalam ajang EV of the Year, melainkan sedang dalam uji coba jangka panjang di redaksi Car and Driver.

Meski mahal, motor listrik belakang berkekuatan 430 hp dan jarak tempuh 420 mil menjadikannya salah satu EV paling efisien di pasaran. Ceppos menilai bahwa mobil ini berhasil menjalankan misi intinya dengan sangat sukses, sehingga terasa sepadan dengan uang yang dikeluarkan. "Value adalah di mana Anda menemukannya," pungkasnya.

Reporter: Galih Prayoga
Sumber: caranddriver.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top