TERNATE — Kekecewaan warga Pulau Makian terhadap Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda kembali memuncak. Janji pembangunan jalan lingkar pulau yang digaungkan saat kampanye Pilkada lalu hingga kini belum juga diwujudkan, meski masa pemerintahan sudah memasuki tahun kedua.
Ajakan 'Datang, Diskusikan, Bergerak Sampai Menang'
Informasi mengenai pertemuan warga itu menyebar luas melalui grup WhatsApp komunitas warga Makian di Ternate. Dalam undangan yang beredar, koordinator kegiatan mengajak seluruh warga asal Makian untuk hadir dan membahas tindak lanjut persoalan jalan lingkar yang dinilai tak menunjukkan progres nyata.
“Datang diskusikan, bergerak sampai menang,” demikian bunyi ajakan dalam undangan yang dikutip dari grup tersebut.
Tekanan Moral ke Pemprov Malut
Sejumlah warga yang enggan disebutkan namanya menyatakan pertemuan ini merupakan bentuk tekanan moral kepada pemerintah provinsi. Mereka menilai janji pembangunan jalan lingkar menjadi salah satu faktor kunci yang mendorong kemenangan pasangan Sherly Tjoanda–Sarbin Sehe di Pulau Makian dan komunitasnya yang tersebar di berbagai daerah di Maluku Utara.
“Kami ingin mengingatkan bahwa aspirasi warga tidak boleh dilupakan begitu saja setelah pemilu selesai,” ujar salah seorang warga yang dihubungi porostimur.com.
Apa Target Warga dalam Pertemuan Nanti?
Pertemuan yang rencananya digelar di Benteng Orange, salah satu titik kumpul ikonik di Ternate, diharapkan menghasilkan langkah konkret. Warga mendesak agar Pemprov Malut segera menunjukkan komitmen serius, setidaknya dengan memulai proses lelang atau studi kelayakan proyek jalan lingkar yang sudah lama dinanti.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Gubernur Sherly Tjoanda maupun jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku Utara terkait tuntutan warga Pulau Makian ini.