Akibatnya, air laut rutin masuk ke rumah warga saat musim ombak besar dan air pasang. Setidaknya 11 rumah dan satu musala di kawasan tersebut terdampak langsung, membuat warga hidup dalam kekhawatiran, terutama di malam hari.
Rumah Paling Depan Jadi Langganan Banjir Rob
Salah satu warga yang rumahnya paling sering terdampak adalah Jono Hangi. Ia mengaku sudah berkali-kali melaporkan kondisi ini ke pihak terkait, namun belum ada tindak lanjut nyata.
“Kalau musim ombak torang tara bisa tidur siang maupun malam, karena harus baku jaga takut ombak masuk dalam rumah,” ujarnya kepada wartawan, Senin lalu.
Menurut Jono, sejumlah pejabat memang sempat datang meninjau lokasi dan mengambil dokumentasi. Namun, setelah itu tidak ada perkembangan berarti. Tidak ada talud atau breakwater yang dibangun di belakang permukiman mereka.
Warga Minta Talud Sebelum Ombak Makin Besar
Rosita, warga lainnya yang rumahnya juga ikut terdampak, berharap pemerintah segera membangun talud sebagai penahan ombak. Ia mengaku tidak bisa tidur tenang setiap kali angin kencang bertiup dari arah laut.
“Torang sangat berharap ibu Sherly bisa turun langsung lihat kondisi tong di sini dan bantu bikin talud, supaya kalau musim ombak tong bisa tidur tenang,” katanya.
Warga menilai, baik Pemerintah Kota Ternate maupun Pemerintah Provinsi Maluku Utara belum memberikan perhatian serius terhadap abrasi yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini. Mereka mendesak Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, untuk turun langsung meninjau lokasi.
Abrasi Bukan Baru Terjadi, Warga Sudah Tinggal Puluhan Tahun
Warga setempat mengaku sudah puluhan tahun menempati kawasan pesisir tersebut. Mereka menyayangkan kondisi yang semakin parah tanpa ada solusi infrastruktur dari pemerintah.
“Dulu jarak rumah dengan laut masih jauh, sekarang tinggal beberapa meter saja. Kalau ombak besar datang, air langsung masuk ke ruang tamu,” kata Jono.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Pemkot Ternate maupun Pemprov Maluku Utara terkait keluhan warga Rua. Warga berharap langkah konkret segera diambil sebelum abrasi semakin parah dan mengancam keselamatan mereka.