JAKARTA – Harita Nickel mempertegas komitmennya dalam mendukung visi Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) dalam transformasi Sumber Daya Manusia (SDM). Melalui program vokasi berkelanjutan bernama PELITA (Peningkatan Keahlian Keterampilan Pemuda), perusahaan hilirisasi nikel ini berfokus meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal di Pulau Obi agar mampu bersaing di sektor formal.
Program PELITA kini telah memasuki Angkatan IV pada tahun 2026. Sebanyak 40 pemuda asal Pulau Obi terpilih untuk mengikuti pelatihan operator overhead crane bersertifikasi. Langkah ini merupakan strategi nyata perusahaan untuk menutup skill gap (kesenjangan keahlian) di Maluku Utara, mengingat data BPS per Februari 2026 mencatat baru sekitar 25,23% pekerja yang terserap di sektor industri pengolahan.
Community Development Manager Harita Nickel, Broto Suwarso, menjelaskan bahwa inisiatif ini dirancang agar masyarakat lokal bisa menjadi "tuan rumah" di daerahnya sendiri dengan kompetensi yang teruji.
"Target kami jelas, agar pemuda lokal memiliki peluang karier yang lebih baik. Sebagian besar lulusan PELITA angkatan sebelumnya telah terserap dan bekerja di lingkungan operasi perusahaan," ungkap Broto, Jumat (27/2/2026).
Kurikulum Pelatihan yang Komprehensif
Program PELITA berlangsung selama tiga bulan dengan skema pelatihan yang terpadu:
Keterampilan Teknis: Pengoperasian alat berat hingga penguasaan Bahasa Mandarin.
Pembinaan Kedisiplinan: Membentuk etos kerja industri yang kuat melalui pembinaan fisik dan mental.
Sertifikasi Keahlian: Memberikan legitimasi profesional bagi peserta agar dapat digunakan di berbagai industri pertambangan.
Rekam Jejak Keberhasilan Program
Hingga saat ini, program PELITA telah mencatatkan capaian signifikan dalam setiap angkatannya:
Angkatan I: Meluluskan 14 operator Wheel Loader.
Angkatan II: Mencetak 28 operator Overhead Crane yang kini bekerja di fasilitas RKEF PT Halmahera Jaya Feronikel (HJF).
Angkatan III: Meluluskan 22 peserta dengan keahlian Bahasa Mandarin yang kini masuk tahap pemagangan.
Bagi peserta seperti La Rehan, warga Desa Soligi, program ini menjadi titik balik bagi kariernya. "Program ini memberikan kesempatan bagi kami warga lokal yang minim pengalaman untuk memiliki keterampilan industri," tuturnya.
Konsistensi Harita Nickel dalam menjalankan program PELITA mencerminkan pendekatan perusahaan dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif sekaligus mendukung fondasi operasional industri nikel yang berkelanjutan di Maluku Utara.