NHM Aktifkan Tim Tanggap Darurat di Gosowong, Padamkan Karhutla di 15 Area dan 9 Desa Lingkar Tambang

Penulis: Indra Firmansyah  •  Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:46:31 WIB
Status darurat ditetapkan NHM setelah api mendekati sejumlah area operasional Gosowong pada awal September 2026.

HALMAHERA UTARA — Status darurat ditetapkan Wakil Direktur Operasi/KTT NHM, Rara Dodo Lawolo, setelah api mulai mendekati sejumlah area operasional Gosowong pada awal September 2026. Penetapan itu memungkinkan seluruh sumber daya pemadam kebakaran dan tim penyelamat internal perusahaan dimobilisasi cepat dan terkoordinasi.

Data pemantauan Humas Pemda Halut pada 19 September mencatat sekitar 117 titik api pembakaran hutan tersebar di wilayah Kabupaten Halmahera Utara. Cuaca kering yang berlangsung lama menurunkan ketersediaan air sekaligus menaikkan potensi karhutla.

Prioritas penanganan NHM: keselamatan pekerja, pengendalian penyebaran api, dan pengamanan fasilitas operasional vital tambang.

Satu Komando, Evaluasi Harian Pukul 14.00 WIT

Penanganan karhutla dijalankan melalui struktur komando tanggap darurat terintegrasi. Manajemen NHM bertindak sebagai Incident Commander, sementara Command Center menjadi pusat koordinasi informasi, pemantauan situasi, dan pengendalian operasi.

Pemantauan dan evaluasi perkembangan dilakukan setiap hari pada pukul 14.00 WIT. Forum itu menentukan langkah lanjutan, termasuk peningkatan respons dan koordinasi dengan pihak eksternal bila diperlukan.

Superintendent ERT NHM, Hendrick Lesa, menyebut koordinasi lintas departemen berjalan melalui satu komando yang terstruktur. Dukungan logistik, peralatan, dan personel menjadi bagian penting agar operasi berjalan lancar sekaligus menjaga keselamatan personel.

"Melalui sistem ini, tanggap kebakaran dapat didukung dengan mudah dan lancar. Tim di lapangan mendapat dukungan penuh, baik dari segi logistik, peralatan (gear), maupun personel, termasuk kebutuhan asupan tim," ujar Hendrick.

Drone hingga Sekat Bakar: Cara NHM Memetakan Titik Api

Strategi penanganan mencakup pemetaan area rawan dan pemantauan titik api menggunakan drone oleh tim Security. Pemantauan kondisi cuaca dan patroli berkala dilakukan bersamaan.

Upaya pencegahan dijalankan lewat pembersihan vegetasi kering, pembuatan dan pemeliharaan sekat bakar (fire break), serta penyiapan akses pemadaman dan sumber air di sejumlah titik rawan.

NHM tidak hanya melindungi area operasional. Personel dan armada pemadam kebakaran dikerahkan membantu pengendalian dan pemadaman karhutla di desa-desa lingkar tambang.

15 Area di Gosowong dan 9 Desa Lingkar Tambang

Hingga pertengahan Oktober 2026, penanganan telah mencakup 15 area kebakaran di kawasan operasional Gosowong. Dukungan pemadaman juga diberikan di 9 desa lingkar tambang, termasuk area PLN Kecamatan Malifut.

Pemantauan berkala tetap dilakukan, termasuk melalui penerbangan drone, untuk mengidentifikasi perkembangan situasi dan mengantisipasi kemunculan titik api baru.

Rado Lawolo menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Direksi NHM dalam penanganan karhutla di Gosowong. Menurutnya, dukungan itu menjadi faktor penting agar upaya penanganan berjalan baik, termasuk melalui keterlibatan Tim ERT dan relawan dari berbagai departemen.

"Apresiasi kami sampaikan atas kerja keras Tim ERT dan seluruh relawan dari departemen terkait yang terus berjuang mengendalikan kobaran api, termasuk dengan bekerja dalam pola siaga 24 jam. Saya juga mengingatkan bahwa keselamatan harus tetap menjadi prioritas dalam setiap tindakan. Semangat, kedisiplinan, dan kerja sama seluruh tim sangat penting agar penanganan dapat berjalan dengan baik dan aman," ujar Rado.

Titik Api di Gosowong Padam, Kesiapsiagaan Berlanjut

Rapat evaluasi EMT pada Senin (12/10) mencatat hasil pemantauan drone: titik-titik api yang sebelumnya terpantau di kawasan Gosowong telah berhasil dipadamkan.

Meski begitu, NHM memperkuat kesiapsiagaan melalui pemantauan kondisi cuaca dan area rawan. Koordinasi serta dukungan sumber daya tetap berjalan selama potensi karhutla masih ada.

Perusahaan juga memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan dan terus menjalin komunikasi dengan masyarakat sekitar.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: tandaseru.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top