JAILOLO SELATAN — Deklarasi damai itu digelar di Markas Kompi 2 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Maluku Utara. Bupati Halmahera Barat James Uang memimpin langsung prosesi tersebut, didampingi Sekda Halbar, sejumlah kepala dinas, Kapolres Halbar, Dandim, Camat Jailolo Selatan, serta kepala Desa Sidangoli Dehe dan Domato.
Kesepakatan ini bukan hasil sekali pertemuan. Sebelumnya, kedua pihak sudah duduk bersama dan menyatakan keinginan mengakhiri perselisihan. Deklarasi kemarin menjadi pengukuhan dari kesepakatan yang sudah dibangun di tingkat desa.
Bentrok antara warga Sidangoli Dehe dan Domato terjadi beberapa hari sebelum deklarasi. Perselisihan itu mendorong pemerintah kabupaten dan aparat keamanan memfasilitasi pertemuan antara kedua desa.
Dari pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat mengakhiri konflik dan membangun kembali hubungan persaudaraan. Deklarasi damai menjadi penegasan resmi atas kesepakatan itu.
Bupati James Uang menyampaikan apresiasi kepada warga kedua desa yang memilih jalur penyelesaian damai.
"Selaku pimpinan di daerah, saya sangat terima kasih kepada masyarakat Sidangoli Dehe dan Domato yang berselisih paham beberapa waktu yang lalu. Dan hari ini masyarakat kedua desa mengedepankan penyelesaian masalah secara damai," ujarnya.
James menegaskan penyelesaian damai ini diambil untuk mencegah konflik serupa terulang di masa mendatang. Ia meminta warga tidak hanya menerima kesepakatan, tetapi juga aktif menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.
"Perdamaian ini harus dijaga bersama, Masyarakat harus menjadi pelopor dalam menciptakan situasi yang aman dan harmonis," ujarnya.
Menurut Bupati, kondisi keamanan yang tidak kondusif berdampak langsung pada kehidupan sosial warga. Dampaknya menjalar ke sektor ekonomi karena aktivitas usaha ikut terganggu selama situasi tidak stabil.
Selama ketegangan berlangsung, warga kedua desa menghadapi ketidakpastian dalam menjalankan usaha harian. Bupati berharap kesepakatan damai memulihkan rasa aman dan mengembalikan aktivitas sosial-ekonomi di Sidangoli Dehe dan Domato.
"Sehingga harapan kami kesepakatan damai tersebut dapat menjadi momentum untuk mengembalikan rasa aman masyarakat serta memulihkan aktivitas sosial dan ekonomi kedua desa," pungkasnya.
Deklarasi damai ini melibatkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Halmahera Barat. Kehadiran Kapolres, Dandim, dan Camat Jailolo Selatan menandai komitmen aparat mengawal kesepakatan kedua desa.
Pemkab Halbar belum merinci bentuk pendampingan lanjutan pasca deklarasi. Namun kesepakatan kedua kepala desa dan tokoh masyarakat menjadi dasar pemulihan hubungan antarwarga di Kecamatan Jailolo Selatan.