TPID Ternate Bedah Pemicu Inflasi 5,75 Persen, Turunkan Tim ke 3 Pasar Responden BPS

Penulis: Indra Firmansyah  •  Kamis, 17 September 2026 | 21:16:01 WIB

TERNATE — Rapat terbatas TPID Kota Ternate digelar untuk mengidentifikasi sejumlah variabel pemicu lonjakan harga sekaligus merumuskan langkah strategis di lapangan. Angka inflasi year on year Kota Ternate tercatat menembus 5,75 persen pada Agustus 2026. Pemerintah Kota Ternate melalui TPID melibatkan Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, serta jajaran organisasi perangkat daerah teknis dalam rapat tersebut.

Ketua TPID Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menyampaikan bahwa rapat digelar atas instruksi Wali Kota setelah pertemuan daring dengan Menteri Dalam Negeri. "Rapat ini atas instruksi Pak Wali Kota setelah Zoom meeting dengan Pak Mendagri. Kita membedah faktor apa saja yang memengaruhi inflasi setinggi itu dan menyiapkan skema penanganannya," ujar Rizal, Kamis, 17 September 2026.

Tarif Angkutan Udara hingga Ikan Cakalang Jadi Penyumbang Utama

Sejumlah komoditas dan jasa menjadi penyumbang utama inflasi Agustus 2026 di Ternate. Rizal menyebut tarif angkutan udara, bensin, dan emas perhiasan masuk daftar tersebut. Komoditas perikanan seperti ikan cakalang, ikan sisi, ikan malalugis, dan ikan surihi turut mendorong kenaikan harga.

Di sisi lain, beberapa komoditas justru menahan laju inflasi. "Meski demikian, terdapat beberapa komoditas yang menjadi penahan laju inflasi, seperti bawang merah, tarif angkutan laut, kacang panjang, lemon, dan ketimun," katanya.

TPID Turun ke Pasar Higienis, Bastiong, dan Dufa-Dufa

TPID akan menurunkan tim ke sejumlah pasar responden BPS untuk mendeteksi potensi permainan harga. Tiga pasar yang menjadi sasaran adalah Pasar Higienis, Pasar Bastiong, dan Pasar Dufa-Dufa. Langkah ini menyasar disparitas harga antarwilayah yang selama ini dikeluhkan warga.

Rizal mencontohkan perbedaan harga sayur antara Pasar Higienis dan Pasar Bastiong yang jaraknya berdekatan namun selisih harganya cukup jauh. "Kami akan tinjau disparitas harga, misalnya kenapa harga sayur di Pasar Higienis dan Pasar Bastiong bedanya bisa jauh. Pemerintah harus hadir melalui intervensi pasar atau operasi pasar agar harga seragam, wajar untuk konsumen, dan tidak merugikan pedagang," tegasnya.

Operasi Pasar Mengacu HET dan HAP

TPID juga mengevaluasi kembali peta jalan pengendalian harga yang selama ini berjalan. Operasi pasar disiapkan secara terukur agar stabilitas harga terjaga tanpa memukul pedagang kecil. Intervensi akan mengacu pada Harga Eceran Tertinggi dan Harga Acuan Penjualan.

"Intervensi pasar akan dilakukan secara terukur dengan mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP) guna menjaga kestabilan daya beli masyarakat Kota Ternate," pungkasnya.

Langkah lanjutan TPID bergantung pada hasil peninjauan lapangan di tiga pasar responden tersebut. Skema operasi pasar akan disesuaikan dengan temuan disparitas harga yang muncul di tingkat pedagang.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: halmaheranesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top