MALUKU UTARA — Jon Cohen resmi bergabung dengan Wonderlab sebagai Presiden. Ia datang dari Bad Robot milik J.J. Abrams, tempat ia terakhir menjabat Head of Film.
Wonderlab sendiri baru diluncurkan oleh Zach Lipovsky dan Adam Stein, duo sutradara di balik Final Destination: Bloodlines. Perusahaan ini beroperasi di bawah kesepakatan first-look dengan Sony Pictures untuk mengembangkan proyek di seluruh label film mereka.
Selama di Bad Robot, Cohen memproduksi sederet film lintas genre. Ia tercatat sebagai co-producer 10 Cloverfield Lane, lalu executive producer untuk The Cloverfield Paradox dan Overlord.
Nama lain di daftar produksinya termasuk Lou untuk Netflix dan The End of Oak Street untuk Warner Bros. Proyek terbarunya adalah Skeletons, film arahan J.T. Mollner yang dibintangi Brie Larson dan dijadwalkan rilis lewat Sony pada 2027.
Sebelum masuk Bad Robot, pria asal Highland Park, Illinois ini pernah menduduki posisi eksekutif di The Donners Company dan Davis Entertainment.
Kedua pendiri Wonderlab menyebut kecocokan visi sebagai alasan utama. Menurut mereka, Cohen punya mata tajam dalam menemukan talenta di ranah genre.
"We are so incredibly excited to launch Wonderlab with Jon," kata Lipovsky dan Stein. "During his time at Bad Robot, Jon had a discerning eye for discovering some of the brightest genre filmmakers and writers and empowering them to make smart, original movies that connect with audiences."
Mereka menambahkan bahwa obrolan pertama dengan Cohen langsung memberi kesan mendalam. "From our first conversations, Jon blew us away with his intelligence and deep creative insights about how to craft great stories."
Cohen membalas dengan nada yang tak kalah antusias. "I couldn't be more thrilled to be joining forces with Zach and Adam, and to be on the ground floor of what they're creating with Wonderlab," ujarnya.
Ia juga menyebut Final Destination: Bloodlines sebagai contoh film genre yang cerdas dan menghibur. "As I've gotten to know them better, I've only grown more impressed with their ambition, work ethic, taste, story sense and talent," lanjut Cohen.
Sejauh ini Wonderlab sudah mengumumkan beberapa judul. Ada film animasi Venom untuk Sony Pictures Animation, adaptasi gim Metal Gear Solid, dan The Earthling yang diangkat dari cerita pendek Jonathan Marty.
Dua proyek terakhir dikembangkan untuk Columbia Pictures. Lipovsky dan Stein menyebut pendekatan produksi mereka berbasis proses iteratif, melibatkan masukan dari penonton uji coba dan sesama pembuat film.
"Wonderlab's mission is to make movies using an iterative process that surrounds our creators with candid feedback from test audiences and other filmmakers," kata keduanya.
Di luar Wonderlab, jadwal Lipovsky dan Stein juga padat. Mereka tengah menyiapkan sekuel Freaks (2018), Gremlins 3 untuk Warner Bros./Amblin, Long Lost untuk Universal/Amblin, dan The Traveler untuk Paramount.
Final Destination: Bloodlines sendiri kini tercatat sebagai film terlaris di waralabanya dengan pendapatan sekitar 317 juta dolar AS di seluruh dunia.