IHSG Ditutup Melemah ke 6.619, Asing Catat Net Sell Rp 678 Miliar

Penulis: Galih Prayoga  •  Selasa, 08 September 2026 | 08:50:31 WIB
IHSG ditutup melemah ke level 6.619, dengan investor asing mencatat penjualan bersih Rp 678 miliar.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing membukukan penjualan bersih Rp 590,18 miliar di pasar reguler. Dari 11 sektor yang diperdagangkan, enam sektor berakhir melemah, dengan sektor keuangan menjadi penekan utama setelah turun 0,76%.

Meski indeks utama tertekan, beberapa saham lapis kedua justru mencatatkan penguatan. BUMI naik 4,76%, sementara IMPC dan AADI masing-masing menguat 4%. Di sisi lain, SMMA terkoreksi 5,82%, diikuti BBCA yang turun 1,12% dan BBRI yang melemah 0,59%.

Wall Street Libur, Investor Menanti Pembukaan Sesi Berikutnya

Perdagangan saham Amerika Serikat tidak berlangsung pada hari yang sama karena libur Labor Day. Wall Street dijadwalkan kembali beroperasi pada Selasa (8/9/2026), dan pelaku pasar akan mencermati arah pergerakan bursa global sebagai sentimen pembuka.

Di pasar offshore, indeks MSCI Indonesia terkoreksi 0,59%. Namun, indeks IDXHealthcare justru menguat 0,82%, didorong pergerakan saham MEDS, DKHH, KAEF, HALO, SOHO, dan IRRA.

Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp 6,16 Triliun

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengumumkan pembagian dividen tunai interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp 66 per saham. Dengan jumlah saham beredar sekitar 93,33 miliar lembar, total nilai dividen yang disiapkan mencapai Rp 6,16 triliun.

Dividen tersebut merepresentasikan dividend payout ratio 20,26% dari laba bersih semester I 2026. Berdasarkan harga saham BMRI yang ditutup di level Rp 4.390 per saham pada Senin, dividend yield yang ditawarkan sekitar 1,50%.

Cum date dividen untuk pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 15 September 2026, dengan pembayaran dijadwalkan berlangsung pada 2 Oktober 2026.

Emiten Pengembang dan Logistik Pamer Kinerja

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) membukukan prapenjualan Rp 1,15 triliun hingga semester I 2026, atau sekitar 55% dari target tahunan Rp 2,08 triliun. Permintaan lahan industri menjadi pendorong utama, dengan total permintaan mencapai 85 hektare—sekitar 75% di antaranya berasal dari sektor data center.

Manajemen DMAS menyebutkan, tingginya permintaan tersebut membuat perseroan mempertimbangkan konversi sebagian lahan komersial dan residensial. Per 30 Juni 2026, DMAS memiliki land bank sekitar 581 hektare, terdiri dari 357 hektare lahan komersial, 164 hektare residensial, dan 60 hektare lahan industri.

PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) menyiapkan ekspansi ke bisnis angkutan batu bara menggunakan kapal tongkang, yang ditargetkan beroperasi pada 2027. Pendapatan perseroan pada semester I 2026 tercatat Rp 73,12 miliar, naik 28,80% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Selasa (8/9)

  • BFIN - Buy 1005-1015 | TP 1025-1035 | SL 950
  • MDIA - Buy 244-248 | TP 256-264 | SL 232
  • TINS - Buy 4450-4470 | TP 4530-4600 | SL 4220
  • SMDR - Buy 356-360 | TP 366-370 | SL 334
  • BTPS - Buy 1045-1055 | TP 1070-1085 | SL 1000

Disclaimer: Seluruh analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Investasi mengandung risiko.

Reporter: Galih Prayoga
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top