MALUKU UTARA — Modal tiga poin menjadi harga mati bagi Garuda Muda. Kemenangan atas Laos menentukan peluang Indonesia melaju ke putaran final, terlebih satu lawan berat, Australia, masih menunggu di laga pamungkas Grup H pada Minggu mendatang.
Hasil imbang 1-1 kontra Malaysia pada Senin (31/8) terasa pahit, bukan hanya karena poin penuh melayang. Sepanjang laga, performa Nazriel Alfaro dan kolega dinilai lebih dominan dibanding Malaysia.
Nova Arianto tidak menutupi rasa kecewanya. Ia menyebut timnya sudah tampil maksimal, tetapi penyelesaian akhir belum berpihak.
"Jadi sehingga dari hasil, pastinya kami sangat kecewa. Tapi saya minta pemain lebih fokus lagi untuk pertandingan selanjutnya," ungkap pelatih asal Semarang itu.
Laos tidak bisa dianggap remeh meski statusnya bukan unggulan di Grup H. Keuntungan bermain di kandang sendiri menjadi faktor yang membuat Filipina, Indonesia, dan Australia wajib mewaspadai Laotian.
"Laos sebagai tuan rumah mempunyai daya juang yang sangat baik dari sisi kecepatan, dari kemauan, daya juang yang sangat baik. Itu menjadi catatan kami," ujar Nova dalam rilis resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.
Catatan itu bukan tanpa alasan. Dalam laga pembuka Grup H, Laos diperkirakan bakal tampil agresif di hadapan publik sendiri untuk memperebutkan peluang kedua di klasemen.
Situasi klasemen Grup H membuat perhitungan matang menjadi keharusan. Hanya juara grup dan tujuh peringkat kedua terbaik dari seluruh grup yang berhak lolos ke putaran final Piala Asia U20 2027.
Saat ini Indonesia menempati peringkat kedua dengan satu poin dari satu laga. Posisi itu masih jauh dari aman, apalagi laga kontra Australia yang notabene unggulan grup akan menjadi ujian penentu terakhir.
Konsekuensinya, dua laga tersisa melawan Laos dan Australia harus berbuah poin maksimal. Nova menegaskan timnya tidak punya ruang untuk kehilangan poin lagi.
"Sehingga kita masih melihat situasinya dan semoga apapun yang kita persiapkan bisa membuat kita lolos melawan Laos," kata Nova menjelaskan skema yang tengah ia rancang.
Pertandingan melawan Australia di laga terakhir membuat partai kontra Laos nanti menjadi ajang pembuktian apakah Indonesia mampu menahan tekanan dan menjaga kans lolos hingga peluit akhir.