Warga Griya Ngade Indah Ternate Bangun Jalan 133 Meter Secara Swadaya, Respons Lamban Pemda Disebut Jadi Pemicu

Penulis: Galih Prayoga  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:46:31 WIB
Warga bergotong royong mengecor jalan sepanjang 133 meter di Perumahan Griya Ngade Indah, Ternate, Sabtu (29/8/2026).

TERNATE — Kegiatan pengecoran jalan yang sebelumnya aspal dan berlubang itu kini tengah berlangsung di Perumahan Griya Ngade Indah. Ketua RT 007, Rony Datu Amas, mengungkapkan bahwa kondisi akses tersebut sudah sangat membahayakan warga, terutama bagi pengguna sepeda motor.

“Karena jalan rusak parah, sudah ada beberapa warga yang menggunakan jalan ini jatuh atau menjadi korban akibat kondisi jalan,” kata Rony, Sabtu (29/8/2026).

Usulan ke Dinas PU Provinsi Tak Pernah Ada Tindak Lanjut

Rony menuturkan, inisiatif ini bukan tanpa perjuangan. Pihaknya mengaku telah berkali-kali menyampaikan aspirasi perbaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Maluku Utara serta sejumlah instansi terkait lainnya. Namun, hingga saat ini tidak ada respons nyata dari pemerintah.

“Ini akibat respons lamban pemerintah sehingga kami memutuskan untuk membangun secara swadaya,” ujarnya.

Gotong Royong Warga dan Donatur Wujudkan Rabat Beton

Pembangunan fisik jalan tidak hanya mengandalkan iuran bulanan warga. Sejumlah donatur turut memberikan dukungan materi, sementara warga lainnya terjun langsung mengerjakan pengecoran. Rony mengapresiasi solidaritas yang ditunjukkan warganya dalam kerja bakti ini.

“Terima kasih kepada seluruh warga yang sudah ikut bergotong royong, baik menyumbang materi maupun tenaga dalam pekerjaan jalan. Ini merupakan bentuk kepedulian, dan kebersamaan warga,” katanya.

Konstruksi beton dipilih agar hasil pembangunan lebih awet dibandingkan aspal yang sebelumnya cepat rusak. Rony berharap jalan baru ini bisa bertahan lama dan memberi manfaat bagi masyarakat yang berdomisili di perumahan tersebut.

Warga: Pekerjaan Terasa Ringan Jika Dilakukan Bersama

Afsur Gunawan, salah satu warga yang ikut ambil bagian dalam proses pengecoran, mengaku senang melihat perubahan drastis pada akses jalan tersebut. Ia menilai semangat gotong royong menjadi kunci utama rampungnya pembangunan ini.

“Sebagai warga, kami tentu senang karena jalan yang sebelumnya rusak sekarang sudah bisa dilalui. Kami ikut membantu karena ini kepentingan bersama. Kalau dikerjakan bersama-sama, pekerjaan menjadi lebih ringan,” kata Afsur.

Dengan rampungnya pengerjaan rabat beton ini, warga berharap pemerintah daerah lebih sigap memperhatikan infrastruktur dasar di permukiman, terutama sebelum kondisi darurat seperti ini kembali terjadi.

Reporter: Galih Prayoga
Sumber: tandaseru.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top