TERNATE — Ribuan pelari memadati kawasan Benteng Kalamata sejak pagi. Mereka melepas start bersama Wali Kota Ternate Muhammad Tauhid Soleman dan perwakilan manajemen Harita, didampingi jajaran Forkopimda Kota Ternate.
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 06.15 WIT ini menempuh rute dari Benteng Kalamata hingga finish di Benteng Oranje, Kelurahan Gamalama. Para peserta disuguhi panorama kota dan jejak peninggalan kolonial yang tersebar di sepanjang lintasan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Ternate, Sutopo Abdullah, menyebut antusiasme masyarakat Maluku Utara terhadap kegiatan ini sangat tinggi. Ratusan pelari dari berbagai komunitas ikut ambil bagian dalam ajang yang baru pertama kali digelar tersebut.
“Fort to Fort ini akan menjadi kegiatan tahunan bagi Pemerintah Kota Ternate di Maluku Utara,” ujar Sutopo dalam keterangannya, Selasa (18/2/2026).
Keputusan menjadikan Fort to Fort sebagai agenda rutin bukan tanpa alasan. Kegiatan ini dinilai mampu menggabungkan dua kepentingan sekaligus: membudayakan olahraga lari dan memperkenalkan kawasan bersejarah yang menjadi identitas Kota Ternate.
Menurut Sutopo, kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan benteng-benteng peninggalan sejarah yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas Kota Ternate. Rute lari yang menghubungkan dua benteng bersejarah memberi pengalaman berbeda bagi peserta.
Pemkot Ternate berharap ke depan kegiatan ini bisa melibatkan lebih banyak peserta dan komunitas, baik dari dalam maupun luar daerah. Dengan begitu, olahraga, pariwisata, dan pelestarian kawasan pusaka dapat berjalan beriringan.
Rencana pengembangan ini juga diharapkan memberi warna baru bagi kegiatan olahraga di Ternate sekaligus memperkuat promosi wisata sejarah. Potensi Fort to Fort sebagai agenda menarik dinilai besar, mengingat Ternate memiliki kekayaan benteng peninggalan masa kolonial yang jarang dimiliki daerah lain.