Camat Baru 36 Hari Kerja, Upacara 17 Agustus di Loloda Tengah Kembali Digelar, Paskibra dari Siswi SMP

Penulis: Galih Prayoga  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:48:31 WIB
Upacara HUT ke-81 RI kembali digelar di Lapangan Barataku, Loloda Tengah, setelah vakum dua tahun, Senin (17/8/2026).

HALMAHERA BARAT — Kerinduan warga Kecamatan Loloda Tengah akan peringatan detik-detik proklamasi akhirnya terbayar. Setelah vakum selama dua tahun, upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Barataku berlangsung khidmat, Senin (17/8/2026). Suasana haru pun tak terbendung, mengingat persiapan acara dilakukan dalam waktu yang sangat singkat.

Momentum ini menjadi ujian perdana bagi Camat Loloda Tengah, Suparto Lansib. Dilantik pada 24 Juni 2026, ia hanya memiliki waktu 36 hari kerja untuk merealisasikan aspirasi warga. Gerak cepat dilakukan dengan membentuk Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) yang melibatkan TNI-Polri dan tokoh masyarakat.

Paskibraka Andal dari Siswi SMP Negeri 26 Halmahera Barat

Puncak acara menjadi momen paling berkesan ketika tugas pengibaran Sang Merah Putih dipercayakan kepada tiga siswi SMP Negeri 26 Halmahera Barat. Norvria Silianti Doteuwa bertindak sebagai pembawa bendera, dikawal Gerlin Ipah dan Meylina Sintia Eklesia Kaluase sebagai pengapit.

Keputusan ini sempat menuai keraguan dari sejumlah pihak karena usia mereka yang masih belia. Namun, ketegasan langkah dan kesempurnaan pengibaran bendera sukses membuat semua yang hadir terpukau.

"Awalnya kami sempat ragu karena mereka masih anak SMP. Namun, melihat ketegasan langkah kaki dan keberhasilan mereka mengibarkan bendera tanpa cela, saya tidak bisa menahan air mata. Kami semua sangat bangga," ungkap Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Barat, Kristofel Sakalati, yang bertindak sebagai pembaca teks Proklamasi.

Waktu Singkat, Antusiasme Warga Tak Terbendung

Persiapan yang hanya hitungan hari tidak menyurutkan semangat ratusan peserta. Sejak pagi, delegasi warga, guru, dan pelajar dari berbagai desa rela menempuh jalur darat dan laut untuk tiba di ibu kota kecamatan. Kondisi geografis yang ekstrem tidak menjadi halangan untuk menghormati hari kemerdekaan.

"Waktu kami sangat terbatas, namun kerinduan masyarakat yang mendalam akan upacara 17 Agustus menjadi bahan bakar utama kami. Ini adalah kerja keras bersama antara pemerintah kecamatan, TNI-Polri, PHBN, dan seluruh elemen warga," ujar Suparto Lansib usai pelaksanaan upacara.

Upacara ini turut dihadiri jajaran Forkopimcam, kepala desa, dan tokoh adat. AIPDA Ajam Adhan bertindak sebagai Perwira Upacara, BRIGPOL Yonly Sero sebagai Komandan Upacara, dan pembacaan doa dipimpin oleh Pendeta Alpius Leki.

Rangkaian Peringatan: Dari Pemeriksaan Kesehatan hingga Tari Cakalele

Peringatan HUT ke-81 RI di Loloda Tengah tidak berhenti di upacara bendera. Rangkaian acara diisi dengan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis oleh Puskesmas Barataku, perlombaan tradisional seperti gerak jalan indah dan Poco-Poco, hingga pertunjukan tari kolosal Cakalele.

Puncak kegembiraan terjadi pada malam ramah tamah. Camat Suparto Lansib menerima penganugerahan pakaian adat Loloda serta prosesi adat cuci kaki menggunakan tanduk. Tradisi ini merupakan simbol penghormatan dan tanda diterimanya pemimpin baru oleh masyarakat setempat.

Reporter: Galih Prayoga
Sumber: tandaseru.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top