MOROTAI — Komandan Batalyon Teritorial Pembangunan Infanteri (Yonif) 822/Satria Magawe, Letkol Inf Raju Pacilasera, angkat bicara soal insiden gesekan yang melibatkan prajuritnya dengan anggota Polres Morotai. Dia memastikan permasalahan tersebut telah tuntas dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat di wilayah perbatasan itu.
“Situasi di lokasi kejadian saat ini sepenuhnya aman, kondusif, dan aktivitas masyarakat berjalan normal,” ujar Raju dalam siaran pers yang digelar di Gedung Markas Komando Yonif 822/Satria Magawe.
Raju menjelaskan, kejadian yang berlangsung Minggu dini hari itu murni akibat kesalahpahaman komunikasi antarpersonel di lapangan. Pihaknya bersama Polres Morotai langsung melakukan mediasi dan menyepakati penyelesaian secara kekeluargaan pada Minggu pagi.
“Permasalahan tersebut telah diselesaikan secara tuntas, damai, dan kekeluargaan antara pihak TNI AD Yonif 822/Satria Magawe dan Polres Morotai,” tegasnya dalam konferensi pers yang didampingi jajaran staf satuan.
Pasca-kejadian, Yonif 822 langsung bergerak cepat melakukan evaluasi mendalam serta internalisasi aturan disiplin dan penegakan hukum militer. Raju menegaskan pihaknya tidak akan menolerir pelanggaran yang dilakukan oknum prajurit.
“Apabila dari hasil pemeriksaan terbukti ada oknum prajurit yang melakukan pelanggaran prosedur maupun tindakan di luar ketentuan hukum prajurit TNI AD, maka akan diproses dan ditindak tegas sesuai dengan aturan hukum militer yang berlaku,” katanya.
Sebagai pimpinan satuan, Raju menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh warga Kabupaten Pulau Morotai, khususnya masyarakat Desa Yayasan dan sekitarnya, atas kegaduhan yang terjadi pada dini hari tersebut. Peristiwa ini disebutnya menjadi bahan evaluasi besar untuk pembinaan satuan ke depan.
“Kejadian ini dipastikan menjadi bahan evaluasi besar untuk pembinaan satuan ke depan agar peristiwa serupa tidak terulang,” ujarnya.
Di akhir keterangannya, Raju menegaskan bahwa persaudaraan dan soliditas antara TNI AD dan Polri di wilayah perbatasan Pulau Morotai tetap terjaga. Sinergitas ini dinilai penting untuk menjaga kekondusifan daerah terluar Indonesia tersebut.
Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu spekulatif maupun potongan narasi liar yang beredar di media sosial terkait peristiwa tersebut. Pihaknya berharap warga tetap tenang dan mempercayakan proses hukum kepada aparat berwenang.