TERNATE — Sebanyak 62 pelajar SMA dan sederajat di Kota Ternate resmi mengikuti Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026. Mereka adalah putra-putri terbaik yang lolos seleksi ketat dan akan bertugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pembukaan diklat yang dirangkaikan dengan Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih itu berlangsung di Aula Lantai I Kantor Wali Kota Ternate, Kamis (6/8/2026). Acara dihadiri Sekretaris Daerah Rizal Marsaoly, jajaran Forkopimda, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan unsur TNI, Polri, serta Purna Paskibraka Indonesia (PPI).
Wali Kota Ternate, H. M. Tauhid Soleman, menekankan bahwa pendidikan dan pelatihan ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar mempersiapkan petugas pengibar bendera. Ia menyebut kegiatan ini menjadi wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, serta semangat kebangsaan bagi generasi muda.
"Pendidikan dan pelatihan Paskibraka bukan hanya tentang baris-berbaris dan pengibaran bendera, tetapi juga tentang pembentukan karakter, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan. Saya yakin melalui pelatihan ini para peserta akan memperoleh banyak pengalaman berharga yang akan membentuk pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab," ujar Tauhid dalam sambutannya.
Ia juga mengingatkan para peserta untuk menjaga disiplin, kesehatan, dan kekompakan selama mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan. Menurutnya, kualitas generasi muda yang beretika, berbudi luhur, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat menjadi modal penting bagi masa depan bangsa.
Di tengah pembukaan diklat, Wali Kota mengungkapkan rasa bangganya atas capaian Kota Ternate tahun ini. Sebanyak tiga peserta putri dan satu peserta putra berhasil dikirim ke tingkat Provinsi Maluku Utara. Selain itu, satu putra terbaik Kota Ternate juga dipercaya menjadi anggota Paskibraka tingkat nasional.
Capaian tersebut dinilai menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk memberikan penampilan terbaik saat bertugas. Tauhid menegaskan bahwa puncak keberhasilan upacara HUT RI berada di pundak Pasukan Pengibar Bendera.
"Berlatihlah dengan sungguh-sungguh, patuhi seluruh instruksi pelatih, jaga kedisiplinan, kesehatan, dan tetap jaga kekompakan sebagai sebuah tim," pesannya kepada para peserta.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Ternate turut melaksanakan pembagian Bendera Merah Putih sebagai bagian dari Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih yang digelar secara nasional. Tauhid mengatakan gerakan ini bukan hanya soal membagikan bendera, tetapi juga upaya memperkuat semangat persatuan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Ia mengajak seluruh warga Kota Ternate untuk mengibarkan Bendera Merah Putih di rumah, kantor, sekolah, tempat usaha, maupun ruang-ruang publik. Hal ini sebagai bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan dan wujud kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menutup sambutannya, Tauhid meminta panitia untuk mengantisipasi sedini mungkin berbagai kendala nonteknis yang berpotensi mengganggu jalannya pelatihan maupun pelaksanaan upacara pengibaran bendera. Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar memanfaatkan masa pelatihan untuk menyerap ilmu dari para pelatih dan instruktur, memperkuat kerja sama, serta membangun kekompakan.
"Jadilah generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki integritas, karakter yang kuat, serta jiwa nasionalisme yang tinggi," pungkasnya.