TERNATE — Pemerintah pusat menyiapkan skema besar pengembangan ekonomi berbasis perikanan yang menyasar daerah kepulauan seperti Maluku Utara. Program Kampung Nelayan Merah Putih dan desa tematik budidaya ikan dinilai mampu menyerap ribuan tenaga kerja baru sekaligus menstabilkan harga pangan di daerah.
Zulkifli Hasan menyebut Kabupaten Halmahera Utara sebagai salah satu wilayah dengan potensi perikanan yang belum dimaksimalkan. Menurutnya, fasilitas pendukung menjadi kunci agar nelayan tidak hanya melaut, tetapi juga mendapatkan nilai ekonomi yang lebih tinggi dari hasil tangkapannya.
Menteri Koordinator Bidang Pangan itu merinci sejumlah infrastruktur yang akan dibangun dalam program Kampung Nelayan Merah Putih. Tidak hanya tempat pelelangan ikan, pemerintah juga menyiapkan pabrik es, cold storage, bengkel perahu, hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).
“Di Kampung Nelayan Merah Putih akan dibangun balai lelang ikan, pabrik es, cold storage, bengkel perahu, hingga SPBN untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar nelayan. Dengan dukungan tersebut, nelayan dapat melaut dengan tenang dan hasil tangkapannya memiliki kepastian pasar serta harga yang lebih baik,” ujarnya.
Selain infrastruktur untuk nelayan tangkap, pemerintah juga mendorong budidaya ikan berbasis desa. Setiap desa dengan lahan sekitar 1.000 meter persegi akan diarahkan membangun kawasan budidaya yang diperkirakan mampu menyerap sedikitnya enam tenaga kerja di setiap lokasi.
Program ini direncanakan diperluas secara signifikan mulai tahun depan. Targetnya, sebanyak 2.000 titik desa tematik akan dibangun di seluruh Indonesia sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa.
Di tengah gencarnya program jangka panjang, Zulkifli Hasan juga menyoroti persoalan harga kebutuhan pokok yang tengah dirasakan masyarakat. Ia meminta pemerintah daerah tidak tinggal diam ketika harga sembako melonjak.
Para kepala daerah, anggota legislatif, serta kader PAN di tingkat eksekutif dan legislatif diminta menggelar pasar murah. Anggaran daerah yang tersedia, termasuk pos yang memungkinkan untuk subsidi, dapat dimanfaatkan demi menjaga daya beli warga.
“Ketika harga sembako meningkat, pemerintah daerah harus hadir membantu masyarakat. Melalui pasar murah, diharapkan beban masyarakat dapat berkurang dan daya beli tetap terjaga,” kata Zulkifli Hasan.
Pemerintah berharap rangkaian program ini tidak hanya menjaga stabilitas pangan nasional, tetapi juga membuka lebih banyak lapangan kerja, memperkuat ekonomi desa, serta meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat di seluruh Indonesia.