TERNATE — Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, memantau langsung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari kedua di SMP Negeri 7 Ternate, Selasa (14/7). Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah kota untuk menghapus stigma sekolah favorit dan mendorong persaingan sehat antar sekolah berdasarkan prestasi.
Nasri menegaskan, Pemerintah Kota Ternate tidak lagi mengenal istilah sekolah favorit. Menurutnya, seluruh sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang jika didukung manajemen yang baik, tenaga pendidik berkualitas, dan semangat belajar siswa.
"Sesuai arahan Pak Wali Kota, di Ternate tidak ada sekolah yang diberi label sebagai sekolah favorit. Pemerintah Kota Ternate bertekad meningkatkan mutu pendidikan yang sama di seluruh sekolah," ujar Nasri.
Kualitas sebuah sekolah, kata Nasri, tidak ditentukan oleh label yang disematkan, melainkan oleh prestasi yang berhasil diraih. Ia mendorong kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik untuk bersama-sama membangun budaya berprestasi, baik akademik maupun nonakademik.
"Favorit atau tidaknya sebuah sekolah tergantung pada prestasi sekolah itu sendiri. Kepala sekolah, dewan guru, dan para murid harus bersama-sama menciptakan prestasi sehingga sekolah dikenal karena kualitasnya," tegasnya.
Dalam peninjauannya di SMP Negeri 7 Ternate, Nasri menilai proses belajar mengajar dan lingkungan sekolah secara umum sudah berjalan baik. Namun, ia masih menemukan sejumlah kebutuhan yang perlu menjadi perhatian pemerintah, khususnya sarana pendukung untuk pengembangan prestasi nonakademik.
Fasilitas olahraga, kesenian, dan pengembangan minat bakat siswa disebut akan menjadi bagian dari evaluasi pemerintah untuk ditingkatkan secara bertahap. "Sarana dan prasarana penunjang prestasi nonakademik akan menjadi catatan kami untuk ditindaklanjuti," ungkapnya.
Nasri menambahkan, Pemerintah Kota Ternate terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemerataan fasilitas belajar, penguatan sarana dan prasarana, serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik di seluruh sekolah. Langkah ini untuk memastikan setiap peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang setara tanpa membedakan status sekolah.
"Komitmen Pemerintah Kota Ternate adalah terus meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan fasilitas, sarana dan prasarana, serta peningkatan kapasitas guru di setiap sekolah," tuturnya.
Di akhir kunjungannya, Nasri mengajak seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan untuk terus bersinergi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Ternate. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan kepala sekolah, guru, orang tua, dan para siswa.
"Jika semua pihak bersinergi, saya yakin kualitas pendidikan di Kota Ternate akan terus meningkat," pungkasnya.