Pertamina Patra Niaga Impor 45,9 Ribu Ton LPG dari AS, Setara 15 Juta Tabung 3 Kg

Penulis: Hendri Saputra  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 08:46:01 WIB
Kapal Pertamina Gas 1 bersandar di Terminal LPG Sekong, Banten, untuk membongkar muatan LPG impor asal Amerika Serikat.

MALUKU UTARA — PT Pertamina Patra Niaga mengonfirmasi kedatangan muatan LPG impor tersebut melalui kapal Pertamina Gas 1 (PG1) pada Senin (13/7). Kapal bertolak dari Freeport, Texas, pada 29 Mei 2026 dan menempuh pelayaran lintas samudra. Muatan terdiri dari sekitar 23 ribu metrik ton Propane dan 22,8 ribu metrik ton Butane.

Dua Terminal Bongkar Muat untuk Perkuat Stok Nasional

Proses bongkar muat dilakukan di dua titik strategis. Sekitar 26 ribu metrik ton dibongkar di Terminal LPG Sekong, Banten. Sementara 19,9 ribu metrik ton sisanya akan dibongkar di Terminal LPG Arun, Aceh.

VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan pasokan ini akan memperkuat stok nasional sebelum didistribusikan melalui jaringan infrastruktur perusahaan. "Kedatangan Pertamina Gas 1 menjadi wujud nyata komitmen kami dalam memastikan pasokan LPG tetap tersedia secara aman, andal, dan berkelanjutan," ujar Kitty dalam siaran pers.

Pengalihan Sumber Impor Akibat Konflik Timur Tengah

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pengalihan sumber impor LPG dari Timur Tengah ke negara lain, termasuk Amerika Serikat dan Australia. Keputusan ini diambil menyusul perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berlangsung sejak akhir Februari.

"Sudah kami alihkan ke negara lain seperti di Amerika, Australia, dan beberapa negara lainnya," kata Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Senin (6/4).

Bahlil mencatat Indonesia mengimpor 7,8 juta ton LPG tahun ini. Dari total tersebut, 70% porsi impor berasal dari Amerika Serikat, sementara 30% dari produksi Saudi Aramco. Perang di Timur Tengah disebut menghambat pasokan migas dari Teluk Persia ke pasar global.

Diversifikasi Pasokan Demi Ketahanan Energi

Kitty menambahkan bahwa pengelolaan rantai pasok yang terintegrasi, mulai dari pengadaan, transportasi, penyimpanan, hingga distribusi, menjadi kunci menjaga keandalan pasokan LPG. "Pertamina Patra Niaga terus memperkuat keandalan rantai pasok energi melalui diversifikasi sumber pasokan, optimalisasi infrastruktur logistik, serta distribusi yang tepat waktu dan berkelanjutan," jelasnya.

Pengalihan sumber impor tidak hanya berlaku untuk LPG. Bahlil sebelumnya menyebutkan bahwa untuk minyak mentah (crude), Indonesia juga mengalihkan pasokan dari Timur Tengah ke Angola, Nigeria, dan negara-negara di Afrika.

Ketahanan energi dinilai sebagai pondasi penting dalam mendukung aktivitas masyarakat sekaligus pertumbuhan ekonomi nasional. Pertamina Patra Niaga berkomitmen memperkuat sistem logistik energi melalui optimalisasi armada pengangkutan, infrastruktur terminal, dan jaringan distribusi.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top