TALIABU — Setelah bertahun-tahun menanti aliran listrik, warga Desa Kilo, Bapenu, dan Gelebo di Kecamatan Taliabu Selatan justru dihadapkan pada persoalan biaya pemasangan yang dinilai membebani. Sejumlah warga melaporkan diminta membayar antara Rp 2,5 juta hingga Rp 4 juta untuk meteran berdaya 900 volt ampere (VA), sementara tarif resmi dari PLN untuk pemasangan baru daya yang sama adalah Rp 1,9 juta.
Adrin, warga Desa Bapenu, mengaku menolak membayar biaya Rp 2,5 juta yang diminta kepadanya. Ia menyebut beberapa tetangganya bahkan dikenakan tarif lebih tinggi, mencapai Rp 4 juta.
"Ini seperti bentuk perampokan terhadap masyarakat. Kami meminta PLN memberikan sanksi tegas kepada oknum atau vendor yang menangani pemasangan tersebut," ujar Adrin, Selasa (7/7/2026).
Menanggapi keluhan itu, Kepala Unit PLN Pulau Taliabu, Juliadi, menegaskan bahwa biaya pemasangan baru untuk daya 900 VA telah ditetapkan sebesar Rp 1,9 juta sesuai ketentuan perusahaan. Ia menjelaskan proses pemasangan di lapangan dikerjakan oleh vendor mitra PLN.
"Vendor akan kami surati untuk diberikan sanksi apabila terbukti melakukan pelanggaran. Bentuk sanksinya menjadi kewenangan masing-masing vendor," kata Juliadi.
Juliadi menambahkan, biaya instalasi listrik di dalam rumah tidak diatur oleh PLN karena tergantung pada jasa instalatir yang dipilih pelanggan. Namun, ia mengingatkan bahwa instalasi yang telah selesai wajib memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO) sesuai ketentuan ketenagalistrikan.
Penyediaan listrik di tiga desa tersebut merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu dengan PT PLN (Persero). Warga sudah bertahun-tahun menunggu infrastruktur ini, namun euforia itu kini tercampur kekecewaan akibat biaya pemasangan yang tak wajar.
Sementara itu, PLN menyiapkan program promosi pada Agustus 2026 berupa diskon perubahan daya listrik. "Tidak ada promo untuk pemasangan baru, yang tersedia hanya promo tambah daya," ujar Juliadi. Promo itu pun tidak secara langsung menjawab keluhan warga yang kesulitan membayar biaya sambungan awal.