TERNATE — Lahan kosong di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ternate disulap menjadi kebun sayur organik yang kini mulai menuai hasil. Sabtu (20/6) lalu, petugas bersama warga binaan memanen kangkung yang dirawat secara alami tanpa bahan kimia. Panen ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Sofyan Mutalib.
Sofyan Mutalib menjelaskan bahwa seluruh proses penanaman dilakukan dengan metode alami. Mulai dari penyemaian bibit, penyiraman, hingga masa panen, semua diawasi ketat oleh petugas Giatja. "Sayur yang kita panen hari ini adalah sayur kangkung. Semuanya dirawat dengan baik oleh warga binaan di bawah pengawasan petugas Giatja, mulai dari menanam bibit, menyiram, sampai siap dipetik seperti sekarang," ujar Sofyan.
Metode organik ini dipilih agar hasil panen lebih sehat dan aman dikonsumsi. Lahan yang semula tidak terpakai kini menjadi area produktif yang menghidupi kegiatan pembinaan di dalam lapas.
Kalapas Ternate, Faozul Ansori, memberikan apresiasi atas konsistensi program ini. Menurutnya, kegiatan bertani bukan sekadar mengisi waktu, tetapi membentuk karakter dan kemandirian. "Panen sayur hari ini menunjukkan kalau kegiatan pembinaan kemandirian di Lapas Ternate berjalan dengan aktif. Kami memanfaatkan lahan kosong yang ada di dalam untuk ditanami sayuran. Lewat kegiatan ini, kami berharap warga binaan bisa belajar cara bertani yang baik," kata Faozul.
Program ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong ketahanan pangan dari tingkat institusi. Warga binaan yang terlibat mendapatkan pengalaman langsung dalam bercocok tanam, yang bisa menjadi modal usaha setelah bebas nanti.
Kegiatan panen berlangsung penuh kebersamaan antara petugas dan warga binaan. Lapas Ternate berharap program serupa bisa terus dikembangkan agar semakin banyak narapidana yang memiliki bekal keterampilan saat kembali ke tengah masyarakat.