TIDORE KEPULAUAN — Kehadiran hewan kurban di Desa Kalaodi pada Idul Adha tahun ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat setempat. Selama beberapa tahun terakhir, jumlah hewan kurban di desa yang berada di Kecamatan Tidore Timur itu sangat terbatas, bahkan dalam kondisi tertentu tidak tersedia sama sekali.
“Jika penggalangan yang dilakukan delegasi tidak berhasil, besar kemungkinan warga kembali tidak dapat melaksanakan penyembelihan hewan kurban pada Iduladha tahun ini,” demikian keterangan yang diterima redaksi, Senin (15/6).
Keberhasilan menghadirkan satu ekor sapi dan dua ekor kambing kurban ini merupakan bagian dari rangkaian program Ekspedisi Seribu Pulau (ESP) ke-10. Mengusung tema “Cahaya Islam di Surga Rempah Nusantara”, ekspedisi yang dipimpin Ahmad Khotibi ini berlangsung selama hampir tiga pekan di desa yang berada di perbukitan hijau Kota Tidore Kepulauan tersebut.
Selain ibadah kurban, para delegasi menjalankan berbagai program pengabdian yang terbagi dalam tiga bidang utama. Pada bidang Pendidikan dan Dakwah, kegiatan terbesar adalah Festival Anak Saleh yang melibatkan anak-anak dari Kampung Gulili dan Dola.
Perlombaan keagamaan seperti Da’i dan Da’iyah, Adzan, serta Hafalan Surah Pendek digelar setelah peserta mendapatkan pembinaan dan pelatihan rutin setiap hari dari para delegasi. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan diri sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan generasi muda di desa tersebut.
Divisi Ekonomi dan Lingkungan (Ekoling) menghadirkan pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi lilin bernilai ekonomis. Warga juga diajarkan memanfaatkan buah pala menjadi berbagai produk olahan seperti manisan dan jamu.
Program ini bertujuan membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. Sementara itu, Divisi Media Kreatif dan Pariwisata memberikan pelatihan fotografi kepada warga dan mendokumentasikan potensi desa, mulai dari kekayaan budaya, cerita lokal, hingga panorama alam Kalaodi.
Ica Khair, delegasi asal Sumatera Barat yang menjadi salah satu dari lima peserta penerima pendanaan penuh, mengaku bersyukur dapat terlibat. Ia menempuh perjalanan hampir dua pekan menggunakan kapal dengan transit di Makassar, Ambon, dan Baubau, serta singgah di sejumlah pulau kecil di Halmahera saat perjalanan pulang.
Menurut Ica, pengabdian tidak selalu diukur dari perubahan besar yang terlihat dalam waktu singkat. “Yang lebih penting adalah membangun kesadaran, menumbuhkan motivasi bagi anak-anak, serta menghidupkan aktivitas masjid sebagai pusat pembinaan masyarakat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan guest star ESP #10, Alfatahar. “Pengabdian bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang belajar, bertumbuh, dan memperkuat komitmen untuk terus menebar manfaat bagi masyarakat,” katanya.