Sekda Ternate Rizal Marsaoly Luncurkan Program Rabu Membaca, Siswa SMPN 1 Wajib Baca 15 Menit Sebelum Belajar

Penulis: Indra Firmansyah  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:16:01 WIB
Sekda Ternate Rizal Marsaoly meluncurkan program Rabu Membaca di SMPN 1 Ternate.

TERNATE — Kewajiban membaca 15 menit sebelum jam pelajaran berlaku mulai hari berikutnya setelah peluncuran. Rizal menyebut bacaan yang dipilih tidak harus buku pelajaran, tetapi bisa cerita rakyat, buku inovasi dan kreativitas, sejarah lokal, kearifan budaya, hingga biografi tokoh Ternate seperti Sultan Babullah.

Menurut Rizal, program Rabu Membaca tidak berhenti pada aktivitas membaca. Siswa juga dilatih memahami informasi, menganalisis bacaan, menarik kesimpulan, hingga mengambil keputusan secara tepat dari apa yang dibaca.

Mengapa Literasi Jadi Prioritas Pemkot Ternate

Rizal menilai kemampuan literasi merupakan bagian penting dalam membentuk karakter dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, sekolah perlu menghadirkan kegiatan yang membangun kebiasaan membaca secara konsisten, bukan sekadar seremonial.

Pilihan bacaan yang beragam diharapkan membuat siswa tidak hanya terbiasa membaca, tetapi juga semakin mengenal sejarah dan budaya daerahnya sendiri. "Mulai besok, sebelum mengikuti mata pelajaran, siswa diwajibkan membaca selama 15 menit," ujarnya.

PGRI dan Dinas Pendidikan Evaluasi Tiap Tiga Bulan

Sebagai Ketua PGRI Kota Ternate, Rizal menyatakan komitmennya mendorong keberlanjutan program agar menjadi kegiatan rutin di sekolah-sekolah. PGRI akan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Ternate mendukung pelaksanaan sekaligus melakukan evaluasi berkala setiap tiga bulan.

"Kami berharap ada kolaborasi dan sinergi antara PGRI dengan Dinas Pendidikan dalam rangka mendukung program-program peningkatan mutu pendidikan ini," katanya.

Pelaksanaan program disebut sejalan dengan komitmen Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate mendorong visi pembangunan daerah yang mandiri dan berkeadilan, khususnya melalui peningkatan mutu pendidikan.

Numerasi Juga Disorot, Matematika Diminta Tak Lagi Membosankan

Selain literasi, Rizal menyoroti penguatan numerasi, terutama kemampuan siswa memahami dan menalar angka. Matematika masih kerap dianggap membosankan oleh sebagian peserta didik, sehingga perlu pendekatan pembelajaran yang kreatif dan inovatif.

Dalam kegiatan di SMPN 1 Ternate, Rizal memberikan contoh melalui cerita dan pertanyaan untuk menguji kemampuan siswa memahami isi cerita serta menalar informasi. Pendekatan semacam itu diharapkan membantu guru mengembangkan metode pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami.

"Kebiasaan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran diharapkan menjadi langkah sederhana, tetapi berkelanjutan, dalam membentuk generasi yang berpengetahuan, kritis, kreatif, dan mampu menghadapi tantangan masa depan," ujarnya.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: jurnalone.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top