MALUKU UTARA — Korban tewas adalah Gandi Sugandi (59), pengemudi truk kontainer yang diduga tidak mengurangi kecepatan saat memasuki area kemacetan. Peristiwa terjadi sekitar pukul 05.30 WIB di jalur menuju Pelabuhan Tanjung Priok, salah satu titik padat kendaraan logistik pada jam sibuk.
Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Rieki Indra Brata Manggala, mengonfirmasi bahwa total enam unit kendaraan terseret dalam tabrakan beruntun tersebut. "Diduga mengantuk atau microsleep, tidak bisa mengendalikan kendaraan sehingga menabrak kendaraan di depannya sehingga mengakibatkan kecelakaan," ujar Rieki saat dikonfirmasi.
Seluruh korban luka-luka dari kendaraan lain telah dilarikan ke rumah sakit terdekat. Belum ada laporan mengenai jumlah pasti korban luka maupun kerugian material akibat insiden ini.
Microsleep adalah kondisi hilangnya kesadaran secara singkat—biasanya berlangsung antara satu hingga 30 detik—tanpa disadari oleh pengemudi. Dalam kasus ini, sopir truk kontainer yang telah berusia 59 tahun diduga mengalami kelelahan akut setelah menempuh perjalanan panjang.
Kecelakaan di ruas tol yang sama kerap terjadi pada jam-jam rawan, terutama menjelang subuh hingga pagi hari. Kombinasi antara ritme sirkadian tubuh yang menurun dan tekanan waktu pengiriman logistik menjadi faktor risiko utama.
AKBP Rieki mengimbau para pengemudi, khususnya angkutan barang, untuk mematuhi aturan waktu istirahat. "Kami mengingatkan agar pengemudi tidak memaksakan diri. Jika lelah, segera beristirahat di rest area terdekat," tegasnya.
Berdasarkan data Ditlantas Polda Metro Jaya, kecelakaan akibat microsleep menyumbang lebih dari 15 persen total kecelakaan di jalan tol wilayah Jakarta pada 2025. Angka ini cenderung meningkat seiring volume kendaraan logistik yang terus bertambah.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan evakuasi kendaraan dan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Arus lalu lintas sempat tersendat hingga dua kilometer ke arah belakang.