Toyota Supra dan BMW Z4 Resmi Sold Out di AS, Produksi Berakhir

Penulis: Jamal Nasution  •  Kamis, 05 November 2026 | 14:06:01 WIB
Toyota Supra dan BMW Z4 resmi habis terjual di Amerika Serikat setelah produksi berakhir pada Maret lalu.

MALUKU UTARA — Persediaan baru Toyota Supra dan BMW Z4 di Amerika Serikat sudah habis total, menutup kolaborasi dua sports car yang lahir dari pabrik Magna Steyr di Graz, Austria. Konsumen yang menunda pembelian sampai menit terakhir kini tak punya pilihan unit baru, sementara Toyota sudah memberi sinyal generasi penerus Supra tetap berjalan meski BMW belum bicara apa pun soal pengganti Z4.

Produksi kedua model berhenti pada Maret lalu ketika unit terakhir keluar dari lini perakitan Magna Steyr. Laporan CarsDirect menyebut stok nasional Supra dan Z4 di AS kini nol, tanpa sisa inventaris untuk pembeli yang datang terlambat. Angka penjualan sepanjang 2025 memperlihatkan kenapa keputusan itu masuk akal: Toyota hanya mengirim 2.953 unit Supra, BMW cuma 2.113 unit Z4.

Dua Mobil Satu Platform, Karakter Beda

Supra dan Z4 berbagi platform, mesin, dan sebagian besar rekayasa, tapi Toyota dan BMW meraciknya jadi dua kepribadian berbeda. Supra murni coupe, Z4 tetap roadster dengan soft top lipat. Di sejumlah pasar, keduanya hadir sebagai dua-seater penggerak roda belakang dengan opsi mesin empat dan enam silinder, plus pilihan transmisi manual enam percepatan atau otomatis delapan percepatan.

Kombinasi itu menjelaskan kenapa keduanya jarang dianggap duplikat. Pembeli Supra mencari bodi tertutup dengan sasis kaku, sementara penggemar Z4 menginginkan sensasi atap terbuka. Namun volume penjualan yang tipis sejak awal membuat kelanjutan produksi sulit dipertahankan.

Kenapa Penjualan Supra dan Z4 Tipis

Permintaan yang lesu bukan satu-satunya faktor. Kedua pabrikan memang sudah memutuskan menghentikan model ini sebelum produksi berakhir, dan angka penjualan yang kecil memperkuat keputusan tersebut. Segmen sports car dua pintu bermesin bakar memang menyusut, diperparah pergeseran anggaran riset ke kendaraan listrik.

  • Toyota Supra 2025 (AS): 2.953 unit
  • BMW Z4 2025 (AS): 2.113 unit
  • Akhir produksi: Maret, pabrik Magna Steyr, Graz, Austria
  • Konfigurasi: RWD, coupe (Supra) / roadster (Z4), mesin 4 dan 6 silinder

Nasib Supra: Nama Tetap Hidup

Toyota menegaskan komitmennya mempertahankan nama Supra. Perusahaan belum memberi tenggat waktu maupun detail teknis soal penerusnya, tetapi pernyataan publik mereka membuka peluang generasi baru. Salah satu kemungkinan yang mencuat: Supra berikutnya lepas dari rekayasa BMW dan memakai powertrain racikan Toyota sendiri.

Rumah alami Supra baru adalah lini GR yang kini tumbuh jadi sub-brand performa terpisah. Di sana sudah ada GR Yaris, GR Corolla, dan GR86, plus sinyal kebangkitan MR2 bermesin tengah serta Celica yang dikonfirmasi kembali ke WRC. Jika semua proyek itu masuk produksi versi jalan raya, line-up sports car Toyota berpotensi jadi salah satu yang paling menarik di pasar.

BMW Z4: Tanpa Pengganti dalam Waktu Dekat

BMW tidak menyebut apa pun soal penerus Z4. Pabrikan asal Munich itu bungkam soal kemungkinan roadster anyar, dan tidak ada indikasi model Z baru masuk pipeline produk. i4 Convertible memang sedang digarap, tapi dengan empat kursi, dimensi lebih besar, dan powertrain listrik penuh, mobil itu bukan pengganti langsung Z4.

Untuk sementara, 4 Series Convertible jadi alternatif atap terbuka terdekat dari BMW, meski proposisinya jauh berbeda. Model itu diperkirakan bertahan sampai akhir dekade dengan versi M Performance dan M penuh bermesin inline-six. 2 Series/M2 ukurannya lebih dekat ke Z4, tetapi hanya tersedia dalam bentuk coupe.

Yang Perlu Diperhatikan

Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini lebih relevan sebagai konteks pasar global ketimbang peluang pembelian. Supra dan Z4 bukan model volume tinggi di sini, dan status sold out di AS tidak otomatis mencerminkan stok dealer lokal. Yang jelas, kelangkaan sports car dua pintu bermesin bakar makin terasa: Porsche bahkan membatalkan rencana menghadirkan kembali 718 Boxster dan Cayman dengan mesin bensin.

Pilihan tradisional yang masih tersedia menyusut ke Nissan Z dan Mazda Miata, dengan Miata dijadwalkan dapat generasi baru dalam beberapa tahun ke depan. Supra dan Z4 meninggalkan pasar dengan angka penjualan kecil, tetapi jejak rekayasa bersama mereka jadi catatan tersendiri dalam sejarah sports car modern.

Reporter: Jamal Nasution
Sumber: motor1.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top