Danantara Mulai Bangun Kampung Haji di Makkah Desember 2026

Penulis: Kemal Batubara  •  Rabu, 04 November 2026 | 08:50:01 WIB
Danantara menargetkan pembangunan Kampung Haji di Makkah mulai Desember 2026.

MALUKU UTARA — Danantara Indonesia menargetkan pembangunan Kampung Haji di Makkah, Arab Saudi, mulai Desember 2026, setelah merampungkan akuisisi lahan 4,4 hektare dan Novotel Thakher Makkah pada Oktober lalu. Proyek ini menyasar penguatan layanan haji dan umrah bagi jemaah asal Indonesia.

Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyebut arsitek proyek akan datang ke Indonesia lebih dulu untuk memaparkan rencana secara menyeluruh sebelum konstruksi dimulai. Pemaparan itu menjadi bagian dari persiapan akhir sebelum pembangunan fisik Kampung Haji di Makkah dieksekusi.

Rencana tersebut menyusul rampungnya akuisisi lahan seluas 4,4 hektare di kawasan Thakher Makkah oleh PT Danantara Investment Management (DIM), holding investasi Danantara Indonesia. Transaksi lahan tuntas pada 18 Oktober 2026, sementara Novotel Thakher Makkah dengan 1.461 kamar dan suite sudah diakuisisi dan diserahterimakan lebih awal, 11 Agustus 2026.

Apa Isi Kampung Haji dan Siapa Mitranya

Kampung Haji dirancang sebagai kawasan terpadu yang memperkuat ekosistem layanan haji dan umrah, terutama bagi jemaah dari Indonesia. Pengembangannya dilakukan bertahap bersama Al-Khomasiah, mitra pengembang lokal Arab Saudi yang membantu penyelesaian transaksi sekaligus memuluskan kehadiran Danantara di Kerajaan Arab Saudi.

Novotel Thakher Makkah yang kini masuk portofolio Danantara sudah beroperasi dan menyumbang kapasitas kamar signifikan di kawasan Thakher. Kawasan ini memang dikenal sebagai klaster akomodasi jemaah yang jaraknya relatif dekat ke Masjidil Haram.

Sejumlah dokumen masih harus disiapkan sebelum tahap pengembangan berjalan. Studi kelayakan, persetujuan, serta perizinan untuk bidang lahan akan disampaikan sesuai tahapan masing-masing.

Mengapa Proyek Ini Penting bagi Jemaah Indonesia

Indonesia mengirim jemaah haji dan umrah dalam jumlah besar setiap tahun, dan kebutuhan akomodasi di Makkah menjadi persoalan klasik. Kepemilikan aset sendiri di kawasan strategis memberi Danantara ruang mengatur kapasitas, standar layanan, dan biaya penginapan tanpa sepenuhnya bergantung pada penyedia pihak ketiga.

Rosan menegaskan pemaparan arsitek akan memberi gambaran komprehensif soal desain dan tahapan proyek. "Itu juga nanti dari arsiteknya rencana akan datang ke Indonesia untuk memaparkan secara komprehensif. Karena rencananya ini bisa di groundbreaking atau start pembangunannya pada bulan Desember," kata Rosan usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/11).

Posisi Danantara di Sektor Haji dan Umrah

Langkah ini menempatkan Danantara bukan hanya sebagai pengelola investasi, tetapi juga pemilik aset fisik di luar negeri yang menyentuh langsung kepentingan warga. Model akuisisi aset operasional seperti Novotel memberi arus pendapatan sejak awal, sementara lahan 4,4 hektare menjadi cadangan pengembangan jangka panjang.

Bagi pasar, transaksi ini menandai pergeseran arah investasi Danantara ke sektor jasa keagamaan dan perhotelan di kawasan Timur Tengah. Eksekusinya akan diuji pada Desember 2026, ketika target groundbreaking di Makkah mulai memasuki tahap nyata.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top