HALMAHERA TIMUR — Konferensi Cabang (Konfercab) Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Kabupaten Halmahera Timur berlangsung di gedung Gereja Mawlango, Desa Sailal. Sekda Ricky Ch Richfat membuka forum yang mengusung tema "Melangkah dengan Harapan yang Kokoh" serta subtema "Mewujudkan Masa Depan Indonesia yang Sejahtera dan Berkeadilan" itu.
Acara tersebut dihadiri Ketua DPD PIKI Provinsi Maluku Utara Abner Nones, Ketua DPC PIKI Halmahera Timur Ailen Goeslaw, dan Wakapolres Haltim Kompol I Gede Arya Dharmika. Keluarga besar PIKI, tokoh agama, dan tamu undangan turut hadir.
Dalam sambutannya, Ricky menjelaskan Pemkab Haltim terus membangun fondasi SDM melalui sektor pendidikan. Menurut dia, langkah itu strategis untuk menyiapkan pemimpin masa depan daerah.
"Semakin banyak putra-putri daerah yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan hingga jenjang tinggi, sehingga mampu berkontribusi dalam birokrasi, pembangunan, dan berbagai sektor strategis lainnya," jelas Ricky.
Selain pendidikan, Ricky menyoroti pembinaan karakter dan nilai-nilai kebudayaan. Dua hal itu dinilai penting untuk meminimalisasi persoalan sosial anak muda yang kerap berujung pada proses hukum.
"Saya mengajak pemerintah daerah, tokoh agama, pendeta, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat pendidikan karakter serta sosialisasi program yang mendukung pelestarian budaya lokal," pintanya.
Pembentukan kepengurusan PIKI Halmahera Timur berawal dari Surat Tugas DPD PIKI Maluku Utara Nomor 128/DPD-PIKI/ST/X/2026 tertanggal 3 Oktober 2026. Surat itu memberi mandat kepada lima orang Tim Konsolidasi untuk mempersiapkan pembentukan DPC PIKI Kabupaten Halmahera Timur.
Ketua DPC PIKI Halmahera Timur Ailen Goeslaw menyampaikan, Konfercab bertujuan mendorong kaderisasi Kristen di Haltim yang berintegritas dan memberi kontribusi nyata. "Pengembangan SDM sangat penting, Kader memiliki integritas, cerdas dan Intelektual agar memberikan hal-hal positif untuk pemerintah derah kedepanya," ujar Ailen.
Ailen juga menggarisbawahi pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama di daerah tersebut. Menurut dia, toleransi menuntut komitmen aktif, bukan sekadar sikap pasif saling membiarkan.
"Toleransi bukanlah sekadar konsep pasif untuk saling membiarkan, melainkan sebuah komitmen aktif dalam merawat rajutan Bhinneka Tunggal Ika, menegakkan nilai-nilai Pancasila, dan mewujudkan keadilan sosial," tandas Ailen.
Ricky berharap Konfercab PIKI Haltim menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas organisasi, pemda, dan tokoh agama. "Dengan sinergi tersebut, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi berintegritas yang mampu membawa Halmahera Timur menuju masa depan yang lebih baik," tandas Ricky.
Melalui forum tertinggi di tingkat cabang, PIKI Halmahera Timur diharapkan melahirkan kepengurusan yang solid. Agenda lain mencakup evaluasi program, pemilihan pengurus baru, dan penetapan arah kebijakan organisasi untuk mendukung pembangunan daerah yang sejahtera dan berkeadilan.