PUKAT Malut Teken Kerja Sama dengan 3 Desa di Morotai, Dampingi Nelayan hingga 2028

Penulis: Hendri Saputra  •  Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:16:02 WIB
Penandatanganan kerja sama antara PUKAT Maluku Utara dan tiga desa di Morotai Selatan Barat disaksikan Camat beserta jajaran pemerintah kecamatan dan perwakilan warga.

MOROTAI — Kesepakatan itu ditandatangani di hadapan Camat Morotai Selatan Barat Muhammad Fitrawan Popa, jajaran pemerintah kecamatan, tiga kepala desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan kelompok nelayan setempat. PUKAT Maluku Utara menurunkan tim multidisiplin untuk mendampingi warga pesisir merancang dan menjalankan program perikanan serta konservasi sesuai kondisi lokal.

Siapa Saja yang Terlibat dalam Pendampingan

Mewakili PUKAT Maluku Utara, Dr. Muhammad Assagaf hadir selaku Direktur Program sekaligus Ketua Pembina. Tim pelaksana terdiri dari Aisyah Bafagih, S.Pi., M.Si. sebagai Manager Program, Ali Lating, S.Sos., M.A. sebagai Manager Lapangan, dan Syahnul Titaheluw, S.Kel., M.Si. selaku Manager Keuangan.

Ketiganya akan bekerja intensif bersama masyarakat hingga tahun 2028. Fokusnya membangun kemandirian warga dalam mengelola kawasan perikanan dan konservasi.

Pesan Camat: Jangan Berhenti di Tanda Tangan

Fitrawan Popa menyampaikan apresiasi kepada PUKAT Maluku Utara dan Blue Ventures yang bersedia mendampingi nelayan di tiga desa pesisir tersebut. Menurutnya, kehadiran lembaga pendamping dibutuhkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya perikanan secara berkelanjutan.

"Kami sangat berterima kasih kepada PUKAT Maluku Utara dan Blue Ventures yang telah bersedia hadir dan mendampingi masyarakat nelayan di Desa Waringin, Usbar Pantai, dan Tiley Pantai. Ini adalah langkah penting bagi kemajuan sektor perikanan di wilayah kita," ungkap Fitrawan di hadapan para undangan.

Ia juga berpesan agar ketiga kepala desa memanfaatkan pendampingan secara optimal. Kerja sama dinilai bukan sekadar seremonial, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan.

"Manfaatkan pendampingan ini sebaik-baiknya. Jangan sampai program yang baik ini hanya berhenti pada tahap penandatanganan, tetapi harus benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan," tegasnya.

Komitmen PUKAT: Hadir Sampai Warga Mandiri

Assagaf menegaskan komitmen organisasinya mendampingi masyarakat ketiga desa dalam mewujudkan pengelolaan perikanan dan kawasan konservasi yang mandiri dan berkelanjutan. PUKAT tidak hadir sesaat, tetapi akan terus mendampingi selama dua tahun hingga masyarakat mampu mengelola sumber daya mereka sendiri.

"Tim PUKAT Maluku Utara siap bersama-sama dengan masyarakat dari tiga desa ini untuk membangun kemandirian dalam pengelolaan kawasan perikanan dan konservasi. Kami tidak hanya hadir sesaat, tetapi akan terus mendampingi selama 2 tahun hingga masyarakat benar-benar mampu mengelola sumber daya mereka secara mandiri," jelas Dr. Assagaf.

Harapan bagi Desa Pesisir Lain di Morotai

Kerja sama ini diharapkan menjadi tonggak awal pengelolaan sumber daya perikanan dan kawasan konservasi yang lebih baik di tiga desa pesisir. Warga nelayan diharapkan meningkatkan kapasitas mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan, sekaligus menjaga ekosistem pesisir untuk generasi mendatang.

Program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah mendorong pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat. Sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan lembaga pendamping diharapkan menghasilkan model pengelolaan perikanan yang bisa ditiru desa-desa lain di Kabupaten Pulau Morotai dan Maluku Utara.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara pihak PUKAT Maluku Utara, Camat Morotai Selatan Barat, ketiga kepala desa, dan perwakilan masyarakat sebagai simbol komitmen bersama.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: tandaseru.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top