TERNATE — Ziarah ke makam Sultan Baabullah digelar sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan perjuangan sang pahlawan nasional. Turut hadir Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, Kasrem 152/Baabullah Kolonel Arh Hendra Roza, para pejabat jajaran Kodam, prajurit, dan anggota Persit KCK.
Nefra menegaskan kegiatan itu memegang makna penting bagi jajarannya. Menurut dia, ziarah bukan agenda formal yang dijalankan tanpa penghayatan.
"Ziarah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mengenang dan meneladani semangat perjuangan Sultan Baabullah sebagai salah satu tokoh besar dalam sejarah Maluku Utara," kata Nefra.
Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para pahlawan dalam kehidupan berbangsa.
"Kita harus menjaga nilai-nilai keberanian, persatuan, patriotisme, dan kecintaan terhadap tanah air yang diwariskan para pendahulu," ujarnya.
Nefra menyampaikan komitmen agar kehadiran institusi yang dipimpinnya berdampak langsung bagi daerah. Dukungan itu mencakup perlindungan warisan budaya setempat.
"Saya berharap kehadiran Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha dapat memberikan kontribusi positif dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung pelestarian sejarah, adat istiadat, dan budaya masyarakat Maluku Utara, termasuk warisan empat kesultanan bersejarah, yakni Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo," tambahnya.
Empat kesultanan itu menjadi rujukan identitas budaya Maluku Utara yang dijaga hingga kini.
Kehadiran Fenny Nefra Firdaus beserta anggota Persit menjadi wujud penghormatan keluarga besar Persit terhadap jasa pahlawan dan tokoh sejarah daerah. Keikutsertaan itu mencerminkan peran keluarga prajurit dalam menanamkan nilai-nilai perjuangan, patriotisme, serta kecintaan terhadap sejarah dan budaya kepada generasi penerus.
Melalui kegiatan itu, keluarga besar Persit diharapkan semakin memahami dan menghargai kekayaan sejarah serta kearifan lokal Maluku Utara.
Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha bersama Persit KCK menegaskan komitmen untuk terus menghormati jasa pahlawan dan menjaga nilai budaya daerah. Semangat perjuangan Sultan Baabullah diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh prajurit dan keluarga besar Kodam dalam mengabdi kepada bangsa dan negara, serta mendukung pelestarian warisan sejarah Moloku Kie Raha.