Kadikbud Malut Usulkan SMAN 1 Tidore Berganti Nama Jadi SMAN 1 Zainal Abidin Syah

Penulis: Indra Firmansyah  •  Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:17:01 WIB
Kadikbud Malut mengusulkan SMAN 1 Tidore berganti nama menjadi SMAN 1 Zainal Abidin Syah.

TIDORE — Abubakar menilai nama sekolah selama ini hanya menyiratkan identitas administratif, tanpa menyentuh jejak sejarah yang melekat pada bangunan di Soasio tersebut. Menurutnya, penamaan ulang dibutuhkan agar peserta didik mengenal perjalanan daerahnya.

Dasar usulan itu adalah sejarah dekade 1950-an, ketika Soasio menjadi pusat pemerintahan Irian Barat. Sultan Zainal Abidin Syah tercatat sebagai gubernur pertama provinsi tersebut.

Setelah pusat pemerintahan berpindah, bangunan bekas kantor gubernur itu dialihfungsikan menjadi gedung SMAN 1 Tidore. Jejak pemerintahan itu masih tersimpan di lokasi yang kini dipakai kegiatan belajar-mengajar.

Jejak Kantor Gubernur Irian Barat di Soasio

Abubakar menyebut bangunan sekolah bukan sekadar tempat belajar. Ada memori kolektif daerah yang perlu dirawat dan diwariskan ke generasi muda.

"Bangunan ini bukan sekadar tempat berlangsungnya kegiatan belajar-mengajar. Ada jejak sejarah yang melekat di dalamnya. Karena itu, penting bagi kita untuk menjaga ingatan kolektif tentang perjalanan daerah ini," ujarnya.

Pemberian nama tokoh sejarah pada satuan pendidikan, kata Abubakar, berfungsi ganda: sarana edukasi sejarah sekaligus penghormatan kepada tokoh yang berperan dalam perjalanan pemerintahan daerah.

Mekanisme Pengajuan Diserahkan ke Pihak Sekolah

Abubakar meminta pihak sekolah mengkaji usulan itu dan berkonsultasi dengan tokoh daerah. Pengajuan perubahan nomenklatur secara resmi harus mengikuti mekanisme yang berlaku.

"Perubahan nomenklatur ini perlu dikaji dengan baik, berkoordinasi dengan tokoh daerah, dan mengikuti mekanisme yang berlaku. Harapannya, nama sekolah tidak hanya menjadi identitas administratif, tetapi juga membawa nilai sejarah dan keteladanan bagi peserta didik," katanya.

Peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 dipakai sebagai momentum menghidupkan kesadaran sejarah di lingkungan sekolah. Bagi Abubakar, semangat persatuan 1928 sejalan dengan pengenalan sejarah lokal sebagai bagian identitas kebangsaan.

Jika usulan berjalan, SMAN 1 Tidore akan menjadi salah satu sekolah di Maluku Utara yang memakai nama tokoh pemerintahan daerah. Abubakar berharap sekolah itu tidak hanya mencetak generasi berprestasi, tetapi juga paham sejarah dan menghargai jasa pendahulu.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: tandaseru.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top