TERNATE — Peringatan dini yang dimulai pukul 12.32 WIT menyebut Kecamatan Ibu Selatan di Kabupaten Halmahera Barat sebagai salah satu titik pertama yang berpotensi diguyur hujan lebat. Daftar wilayah yang dipantau BMKG mencakup Kecamatan Maba Selatan, Maba Utara, dan Kota Maba di Kabupaten Halmahera Timur.
Wilayah lain yang masuk peringatan meliputi Kecamatan Morotai Selatan Barat di Kabupaten Pulau Morotai, serta Kecamatan Oba Utara di Kota Tidore Kepulauan dan sekitarnya. BMKG mencatat potensi hujan bisa meluas ke sejumlah kecamatan lain dalam rentang waktu yang sama.
Dari daftar yang dirilis, wilayah terdampak tersebar di Halmahera Barat, Halmahera Timur, Pulau Morotai, Tidore Kepulauan, Halmahera Tengah, dan Halmahera Utara. Kota Ternate tidak disebut sebagai daerah berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
Peringatan yang sama juga memuat proyeksi perluasan hujan ke kecamatan-kecamatan tetangga. Di Halmahera Barat, potensi meluas ke Kecamatan Sahu Timur. Sementara di Halmahera Tengah, wilayah yang perlu diwaspadai mencakup Weda Utara, Patani Barat, dan Weda Timur.
Kabupaten Halmahera Utara masuk daftar melalui Kecamatan Galela Utara dan Kao Barat. Adapun Halmahera Timur berpotensi meluas ke Kecamatan Maba, Wasile Selatan, Wasile Utara, dan Maba Tengah.
Potensi perluasan hujan di Pulau Morotai mencakup Kecamatan Morotai Selatan dan Morotai Timur. Di Kota Tidore Kepulauan, Kecamatan Oba Tengah dan sekitarnya turut masuk daftar pantauan.
Seluruh kondisi cuaca tersebut diperkirakan berlangsung hingga pukul 14.30 WIT. Rentang waktunya relatif singkat, sekitar dua jam sejak peringatan diperbarui.
Meski Ternate tidak masuk daftar, BMKG tetap mengimbau masyarakat memantau perkembangan informasi cuaca dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi. Warga yang beraktivitas di luar ruangan diminta berhati-hati apabila terjadi hujan disertai petir maupun angin kencang.
Peringatan dini semacam ini diperbarui berkala sepanjang hari, sehingga daftar wilayah bisa berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer. Warga di kecamatan yang belum tercantum tetap disarankan mengecek pembaruan resmi BMKG sebelum beraktivitas di luar.