TERNATE — Kegiatan yang digelar Senin (26/10/2026) itu merupakan kerja sama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mulawarman dengan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unkhair. Nurul merupakan dosen dan peneliti Program Studi Pembangunan Sosial FISIP Universitas Mulawarman, Samarinda.
Lewat karyanya, Nurul menegaskan kepemimpinan perempuan di Maluku Utara bukan fenomena baru. Keterpilihan perempuan, menurut dia, harus ditelusuri melalui latar belakang sosial, sejarah, dan konstruksi masyarakat setempat.
Nurul menjelaskan, penyusunan buku ini didorong kegelisahan akademiknya memahami alasan kepemimpinan perempuan masih dipandang istimewa di tengah sistem demokrasi langsung. Ia menilai keterpilihan perempuan tidak cukup dijelaskan sebagai kebetulan politik.
"Pengecualian yang berulang bukan sebuah kebetulan, tetapi merupakan data yang perlu dikaji," ujar Nurul saat memaparkan materinya.
Dalam pembahasannya, Nurul mencontohkan jejak sejarah kepemimpinan perempuan di Maluku Utara lewat sosok Boki Leha. Boki Leha mengambil alih peran kekuasaan saat putranya masih berumur tujuh tahun.
Kisah masa lalu itu dinilai penting diangkat kembali untuk memperkaya pemahaman masyarakat terhadap kepemimpinan perempuan masa kini. Penelusuran sejarah menjadi pisau analisis utama buku tersebut.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Unkhair Dr. Drs. Hasan Hamid, M.Si menyampaikan apresiasi atas penelitian Nurul. Ia menekankan pentingnya bedah buku sebagai ruang akademik untuk memperkuat budaya ilmiah.
Menurut Hasan, forum semacam ini juga membuka peluang kolaborasi penelitian dan pengabdian masyarakat antara Unkhair dan Universitas Mulawarman.
"Buku yang dihasilkan dari penelitian perlu dikaji dari berbagai perspektif," kata Hasan dalam sambutannya.
Kegiatan yang dimoderatori dosen FIB Unkhair Dr. Akmal Jaya, S.S., M.A ini menghadirkan tiga pembanding langsung. Mereka adalah sosiolog Unkhair Dr. Syahrir Ibnu, M.Si, dan akademisi FIB Unkhair Dr. Yanuardi Syukur, S.Sos., M.Si.
Diskusi juga diikuti secara daring oleh sejumlah akademisi dari luar daerah. Di antaranya Guru Besar Universitas Mega Buana Palopo Prof. Dr. H. Arlin Adam, S.KM., M.Si, dan Wakil Dekan III FISIP Universitas Jenderal Soedirman Dr. Tyas Retno Wulan, M.Si.
Hadir pula Ketua Prodi S1 Pembangunan Sosial FISIP Universitas Mulawarman Dr. Muhammad Arifin, M.Hum. Melalui diskusi ini, karya tersebut diharapkan memperluas kajian posisi perempuan dalam struktur sosial dan politik di Maluku Utara.
Harapan berikutnya, forum lintas kampus seperti ini memacu tradisi penelitian antarperguruan tinggi. Kajian kepemimpinan perempuan di daerah pun tidak berhenti pada satu nama tokoh saja.