HALMAHERA TIMUR — Seminar tersebut menyasar orang tua dan pengurus PKK dari berbagai daerah di Maluku Utara. Shahnaz Haque diundang untuk membagikan strategi pengasuhan yang menekankan pembentukan karakter anak sejak dari lingkungan keluarga.
Menurut Shahnaz, keberhasilan pendidikan di sekolah tidak hanya ditentukan oleh materi pembelajaran. Antusiasme anak dalam mengikuti proses belajar sama menentukan.
Semangat itu terbentuk lewat dukungan orang tua, lingkungan sekolah yang nyaman, serta kondisi fisik dan pikiran anak yang sehat. "Semangat tidak muncul begitu saja, melainkan lahir dari sinergi antara dukungan orang tua, lingkungan sekolah yang nyaman, serta kondisi fisik dan pikiran anak yang sehat. Ketika semangat ini terbentuk, anak akan menemukan gairah belajar hingga meraih prestasi," papar Shahnaz.
Shahnaz mengingatkan orang tua agar jeli membaca respons anak saat menghadapi situasi tertentu. Ia memaparkan lima fase respons: menolak, menawar, marah, berserah diri, hingga menerima.
Pemahaman atas tahapan itu dinilai penting supaya pendampingan orang tua menyesuaikan perubahan emosi dan perilaku anak. Shahnaz juga memperkenalkan prinsip "DUIT" — Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal — sebagai salah satu pendekatan mendampingi tumbuh kembang anak.
Dalam berkomunikasi, orang tua diimbau menyampaikan pesan secara singkat, berkesan, percaya diri, nyaman, dan mudah dipahami. Pendekatan itu perlu disesuaikan dengan karakter serta keunikan masing-masing anak.
Shahnaz menekankan pendidikan karakter dimulai dari iman, dilanjutkan adab, kemudian ilmu. Ketiga aspek itu diharapkan membentuk amal yang tercermin dalam perkataan dan perilaku baik anak sehari-hari.
Selain pola asuh, Shahnaz membagikan dua metode belajar yang bisa diterapkan orang tua di rumah. Pertama, active recall — mengajak anak mengingat kembali materi tanpa melihat catatan.
Anak dapat diminta menjelaskan materi dengan kata-katanya sendiri atau menjawab sejumlah pertanyaan untuk menguji pemahaman. Metode ini mendorong anak lebih aktif mengolah informasi dibanding sekadar membaca ulang atau menandai bagian buku.
Kedua, teknik Feynman — meminta anak menjelaskan kembali suatu topik dengan bahasa sederhana, seolah sedang mengajarkannya kepada anak berusia lima tahun. Dari situ orang tua bisa mengukur sejauh mana anak memahami materi.
Ketua TP PKK Provinsi Maluku Utara Rusni Sarbin berharap seminar parenting ini memberi kontribusi nyata bagi penguatan ketahanan keluarga. Peningkatan pengetahuan orang tua soal pola asuh dinilainya penting untuk menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang positif.
Menurut Rusni, keluarga memegang peran penting dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Lewat peringatan HKG PKK ke-54, TP PKK Maluku Utara berupaya memperkuat peran keluarga dalam mendidik generasi yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, bersemangat belajar, dan mampu bersaing di masa depan.