Stranger Than Heaven, Spin-off Like a Dragon yang Lebih Kelam

Penulis: Hendri Saputra  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:19:01 WIB
Sega resmi memperkenalkan Stranger Than Heaven, spin-off Like a Dragon yang mengangkat kisah Makoto Daito di Jepang awal abad ke-20.

MALUKU UTARA — Sega resmi memperkenalkan Stranger Than Heaven, spin-off Like a Dragon yang mengangkat kisah Makoto Daito di Jepang awal abad ke-20. Berbeda dari seri utama, game ini menawarkan cerita lebih serius dan kelam dengan latar lima dekade, dari 1915 hingga 1965. Proyek ini digarap RGG Studio dan sudah bisa dicoba dalam sesi hands-on beberapa jam.

RGG Studio menghadirkan protagonis baru bernama Makoto Daito, seorang pria campuran Jepang-Amerika yang terusir dari San Francisco pada 1915. Daito dituduh melakukan kejahatan yang tidak ia lakukan karena latar belakang rasnya, lalu memutuskan pulang ke tanah leluhur. Perjalanan itu membawanya ke dunia kriminal Jepang yang berubah cepat.

Latar Waktu Lima Dekade

Stranger Than Heaven membentang dari 1915, 1929, 1943, 1951, hingga 1965. Alur cerita mengikuti transformasi Daito dari buruh pelabuhan dan pabrik di Kokura menjadi pemilik klub malam di Osaka. Pada 1960-an, ia disebut sebagai salah satu tokoh penting klan Tojo di Shinjuku.

Kisah Daito berdiri sendiri, tapi tetap terhubung ke semesta Like a Dragon. Perjalanan hidupnya disebut ikut membentuk Kazuma Kiryu dan Ichiban Kasuga di game-game berikutnya.

Pendekatan Cerita yang Lebih Serius

Meski materi promosi tampil energik, inti cerita Stranger Than Heaven justru lebih lurus dibanding seri utama. Elemen jenaka dan mini-game tetap ada, tapi porsinya lebih kecil. Nuansa keseluruhan mendekati kisah kriminal lintas dekade semacam Once Upon a Time in America garapan Sergio Leone.

Bobot naratif game bertumpu pada sudut pandang Daito sebagai imigran. Setelah lari dari polisi korup di San Francisco, ia justru menemukan bentuk prasangka lain di Jepang. Saat menjelajah kota, pemain bakal menerima hinaan rasial dan kekerasan dari warga setempat. Lapisan ini membuat pengalaman bermain terasa lebih membumi dan mengganggu dibanding kisah Kazuma atau Ichiban.

Sistem Pertarungan Baru

Stranger Than Heaven memakai sistem combat yang berbeda dari brawler Like a Dragon sebelumnya. Menurut sesi hands-on, mekanisme baru ini butuh waktu adaptasi karena alurnya terasa asing pada awalnya. Struktur eksplorasi tetap mirip seri lama, dengan kota semi-terbuka berisi aktivitas sampingan dan pertarungan di luar misi utama.

Catatan dari Sesi Hands-On

Beberapa bab awal sempat kehilangan tempo dan terasa canggung dalam penyampaian cerita. Penempatan karakter yang diperankan Snoop Dogg juga dinilai mengganggu imersi karena terkesan sekadar stunt casting. Sosok Tupac disebut ada di game, tapi belum muncul dalam demo yang dicoba.

Posisi di Seri Like a Dragon

Like a Dragon selama ini dikenal lewat aksi berlebihan dan humor konyol yang berpadu dengan cerita menyentuh. Stranger Than Heaven mengambil arah berlawanan dengan nada lebih stoic dan personal. Pendekatan ini menjadikannya entri paling berani Sega sejauh ini untuk waralaba tersebut.

Stranger Than Heaven cocok untuk pemain yang ingin cerita kriminal Jepang dengan bobot emosional lebih berat. Penggemar lama Like a Dragon tetap bisa menikmati struktur eksplorasi dan pertarungan khas seri, asalkan siap dengan tempo cerita yang lebih pelan.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top