MALUKU UTARA — Posisi bayi menopang tubuh dengan tangan dan ujung kaki hingga badan terangkat dari lantai bukan sekadar tingkah lucu. Gerakan plank pada bayi 6-9 bulan jadi tanda kesiapan merangkak, dan di sinilah peran tummy time untuk memperkuat otot serta koordinasi si kecil.
Dokter spesialis anak Matthew Badgett dari Cleveland Clinic menyebut tummy time sebagai latihan paling sederhana yang bisa ibu lakukan di rumah. Bayi yang rutin tengkurap punya bekal otot lebih kuat sebelum masuk tahap merangkak.
Posisi plank muncul alami, bukan karena bayi meniru gerakan olahraga orang dewasa. Tubuh mungilnya menumpu pada telapak tangan dan jari-jari kaki, lalu perlahan terangkat dari lantai.
Plank jadi langkah penting sebelum si kecil benar-benar bisa merangkak. Gerakan mengangkat badan melatih otot inti, bahu, dan lengan sekaligus membangun keseimbangan serta kesadaran ruang di sekitarnya.
Wajar bila bayi memilih plank ketimbang langsung merangkak. Seiring bertambahnya usia dan kekuatan, ia akan mencoba berbagai posisi dan gerakan sendiri.
Umumnya bayi mulai bisa mengangkat badan seperti plank pada usia enam sampai sembilan bulan. Rentang waktunya bisa berbeda antara satu anak dan anak lainnya, jadi tidak perlu membandingkan dengan bayi lain.
Pada fase ini, bayi sedang mengumpulkan bekal kekuatan untuk bergerak mandiri. Ibu bisa mengamati bagaimana ia menumpu tangan, lalu bergoyang pelan sebelum akhirnya menemukan cara merangkak.
Gerakan sederhana ini menyimpan empat manfaat besar untuk tumbuh kembang si kecil. Semuanya saling berkaitan dengan kesiapan motoriknya di masa depan.
Bila bayi belum bisa mengangkat badan atau merangkak, ibu bisa memperbanyak tummy time. Cukup posisikan bayi tengkurap selama beberapa saat setiap hari sebagai latihan rutin.
Saat bayi masih sangat kecil, tujuan utama tummy time adalah melatihnya mengangkat kepala. Gerakan ini memperkuat otot leher yang jadi bekal untuk tahap selanjutnya.
"Tummy time dapat mempercepat pencapaian tahapan perkembangan seperti merangkak dan berguling," kata Badgett.
Berbagai penelitian juga menunjukkan bayi yang jarang tengkurap lebih berisiko mengalami keterlambatan perkembangan motorik. Jadi, aktivitas ini bukan sekadar rutinitas, tapi investasi awal untuk kemampuan geraknya.
Setiap anak berkembang dengan kecepatan berbeda, jadi tidak semua keterlambatan berarti masalah. Namun, bila bayi belum menunjukkan tanda mengangkat badan atau berguling mendekati usia sembilan bulan, sebaiknya konsultasikan ke dokter spesialis anak.
Ibu juga bisa mendiskusikan kekhawatiran soal tahapan perkembangan si kecil saat jadwal imunisasi. Dokter akan membantu menilai apakah ada stimulasi tambahan yang dibutuhkan.
Rutin tummy time dan beri bayi ruang bergerak di lantai setiap hari. Dari posisi plank kecil itu, si kecil sedang menyiapkan langkah besarnya untuk merangkak.